6 Dapur MBG Layani 16 Ribu Siswa di Kota Batu
Pemerintah juga menyiapkan langkah penambahan dapur baru untuk memperluas jangkauan program. Dengan langkah tersebut, Pemkot Batu berharap seluruh pelajar di wilayahnya bisa menikmati manfaat program Makan Bergizi Gratis secara merata dan berkelanjutan.
KOTA BATU, SJP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu terus bergulir dan kini telah dirasakan manfaatnya oleh belasan ribu pelajar dari tingkat TK hingga SMA. Program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan gizi dan konsentrasi belajar siswa ini, sudah berjalan di berbagai sekolah melalui tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di tiga kecamatan.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Senin (6/10/2025) mengatakan bahwa dari tujuh SPPG yang telah beroperasi, satu di antaranya saat ini dihentikan sementara karena adanya temuan makanan tidak layak konsumsi. SPPG yang dimaksud adalah Yayasan Peduli Rakyat Generasi Emas di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu.
Dari temuan tersebut, diketahui dua sekolah, yakni SMPN 1 Kota Batu dan SMAN 1 Kota Batu, menerima pasokan makanan dari dapur tersebut. Bahkan, sebanyak 12 pelajar SMPN 1 sempat mengalami mual setelah menyantap makanan dari program MBG itu.
“Jadi satu SPPG ini operasionalnya dihentikan sementara setelah ada temuan beberapa waktu lalu. Sementara untuk SPPG lain tetap beroperasi seperti biasa,” ujarnya
Dengan dihentikannya satu SPPG tersebut, kini terdapat enam SPPG yang masih aktif beroperasi di Kota Batu dan melayani sekitar 16.680 pelajar. Enam dapur ini tersebar di tiga kecamatan dengan kapasitas produksi harian antara dua ribu hingga tiga ribu porsi. Setiap SPPG melayani belasan hingga puluhan sekolah sesuai dengan wilayah cakupan masing-masing.
Di Kecamatan Bumiaji, terdapat dua SPPG yang masih aktif, yakni Yayasan Santri Nusantara Emas di Jalan Sumberbrantas, Desa Sumberbrantas, yang beroperasi sejak 29 September 2025 dan melayani 2.766 porsi untuk 21 sekolah, serta Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group di Jalan Notodiharjo, Desa Bulukerto, dengan kapasitas 2.731 porsi untuk 32 sekolah.
Sementara di Kecamatan Batu, terdapat SPPG Yayasan Oemah Fokus Ngabdi di Jalan Abdul Gani, Kelurahan Ngaglik, yang melayani 2.683 porsi untuk 18 sekolah sejak 11 September 2025.
"Adapun di Kecamatan Junrejo, terdapat tiga SPPG aktif yakni Yayasan Sulaiman Al Hajj Batu di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Dadaprejo, yang telah beroperasi sejak 19 Agustus 2025 dengan kapasitas 3.148 porsi untuk 12 sekolah, Yayasan Berbagi Kasih Bersama Siswa di Jalan Duku, Desa Pendem, yang mulai beroperasi sejak 1 September 2025 dan melayani 2.579 porsi untuk 21 sekolah, serta satu lagi dari Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group di Jalan Alternatif Batu–Malang, Desa Torongrejo, dengan kapasitas 2.773 porsi untuk 31 sekolah," imbuhnya.
Heli menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batu terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar program MBG berjalan lebih baik ke depannya. Ia memastikan bahwa kejadian makanan tidak layak konsumsi menjadi pelajaran penting untuk memperketat pengawasan dan menjaga standar kualitas makanan bagi pelajar.
“Karena memang sejauh ini program MBG telah berjalan dan diterima dengan baik oleh pelajar. Tidak kami pungkiri memang ada temuan seperti kemarin, tapi langsung kami ambil tindakan dan lakukan evaluasi agar tidak terulang,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

