Retribusi Parkir Kota Malang 2024 Melejit Jadi Rp 10,9 Miliar, Target Rp 17 Miliar Masih Jauh

Pada 2024, retribusi sektor parkir di Kota Malang tercatat mencapai Rp10,9 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp1,5 miliar

22 Jan 2025 - 18:59
Retribusi Parkir Kota Malang 2024 Melejit Jadi Rp 10,9 Miliar, Target Rp 17 Miliar Masih Jauh
Parkir di Daerah Kayutangan Kota Malang (Foto: Farhan/SJP)

KOTA MALANG, SJP - Pada 2024, retribusi sektor parkir di Kota Malang tercatat mencapai Rp 10,9 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp 1,5 miliar dibandingkan dengan tahun 2023 yang hanya mencapai Rp 9,4 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengungkapkan, pencapaian ini sebagai hasil yang positif, meskipun belum sepenuhnya memenuhi target yang ditetapkan.

"Alhamdulillah, retribusi parkir pada 2024 mengalami peningkatan. Namun, kami belum mencapai target yang kami harapkan," ujar Widjaja.

Untuk 2024, Dishub menargetkan retribusi parkir mencapai Rp 17 miliar, sementara target pada 2023 adalah Rp 15 miliar. Meski ada kenaikan, pencapaian pada 2023 dan 2024 masih belum sesuai dengan ekspektasi yang telah ditetapkan.

Dishub Kota Malang kini tengah melakukan evaluasi terhadap proyeksi target retribusi parkir untuk 2025. Namun, untuk saat ini, target sebesar Rp 17 miliar masih tetap berlaku.

"Kami sedang mengevaluasi proyeksi target untuk 2025, dan sementara ini kami masih menggunakan target yang sama seperti tahun lalu," tambah Widjaja.

Sebagai bagian dari evaluasi, Dishub akan merancang strategi baru untuk meningkatkan pendapatan retribusi parkir. Salah satunya dengan mengoptimalkan pemanfaatan parkir di tempat khusus, seperti di gedung milik pemerintah daerah. Selain itu, penggunaan sistem parkir elektronik juga akan diperluas.

Widjaja juga menyarankan untuk memaksimalkan parkir tepi jalan umum (TJU), meskipun ada potensi dampak terhadap kemacetan lalu lintas yang perlu diperhatikan.

"Kami akan terus berupaya meningkatkan sektor parkir, namun kami juga harus memperhitungkan dampak-dampak lainnya, seperti kemacetan yang bisa terjadi akibat banyaknya kendaraan yang parkir di tepi jalan," tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow