Resmi Dilantik, PPIH Surabaya Siap Berangkatkan 36 Ribu Jemaah Haji 2025
PPIH Embarkasi Surabaya 2025 resmi dilantik, siap layani 36.457 jemaah dari tiga provinsi dengan fokus pelayanan ramah lansia, disabilitas, dan kolaborasi lintas instansi.
SURABAYA, SJP - Menjelang keberangkatan jemaah haji tahun 2025, berbagai persiapan terus dimatangkan di tingkat nasional, termasuk di Embarkasi Surabaya yang menjadi salah satu embarkasi tersibuk di Indonesia.
Sebagai langkah awal, sebanyak 23 orang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) inti Embarkasi Surabaya resmi dilantik pada Jumat, 25 April 2025. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Musdalifah, Asrama Haji Embarkasi Surabaya, dipimpin oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Akhmad Jazuli.
Pelantikan tersebut menjadi penanda kesiapan Embarkasi Surabaya dalam menyambut dan melayani 97 kelompok terbang (kloter) jemaah haji tahun 2025, yang berasal dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Untuk itu, citra Pemerintah Provinsi Jawa Timur berada di pundak Bapak/Ibu PPIH yang bertugas," tegas Akhmad Jazuli saat menyampaikan sambutan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Jumat (25/4/2025).
Fokus pada Pelayanan Ramah Lansia dan Disabilitas
Gubernur Jawa Timur berpesan tentang pentingnya tiga prinsip utama dalam pelayanan haji, yakni membina, melayani, dan melindungi jemaah. Tema haji nasional pada tahun 2025 adalah ”Haji Ramah Lansia dan Ramah Disabilitas”, yang menuntut kepekaan dan komitmen tinggi dari para petugas.
"Tema haji tahun ini adalah Haji Ramah Lansia, Ramah Disabilitas, karena itu kami mohon para petugas benar-benar menanamkan ketiga prinsip tersebut dalam melayani jemaah," ujar Jazuli.
Sementara itu, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Ditjen PHU Kemenag RI, Muchlis Muhammad Hanafi, menggarisbawahi pentingnya peran embarkasi sebagai gerbang pelayanan awal.
Muchlis menyampaikan bahwa pengalaman jemaah di embarkasi akan memberi kesan yang mendalam dan menjadi cerminan kualitas pelayanan haji di tanah air.
"Pelayanan di embarkasi atau debarkasi haji memiliki peran yang sangat penting dalam proses penyelenggaraan haji di tanah air," terangnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kerja optimal, profesionalisme, dan kolaborasi lintas sektor demi terwujudnya layanan prima.
"Ikhlas, terampil, cekatan, adaptif dan kolaboratif merupakan kunci utama untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia," tambahnya.
Jumlah Jemaah dan Kloter yang Dilayani
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menyampaikan bahwa Embarkasi Surabaya tahun ini akan memberangkatkan total 36.457 jemaah haji, dengan rincian:
- Wilayah Jawa Timur sebanyak 35.168
- Wilayah Bali sebanyak 673 jemaah
- Wilayah NTT sebanyak 616 jemaah
- Sebanyak 194 orang petugas kloter yang tersebar dalam 97 kloter.
"Pelantikan PPIH dan pembekalan teknis ini menjadi bagian penting dalam upaya memastikan kesiapan seluruh petugas dalam memberikan layanan terbaik kepada para tamu Allah," tutur Sruji.
Ia juga menjelaskan bahwa jemaah kloter pertama berasal dari Kabupaten Tulungagung dan akan mulai masuk ke Asrama Haji Surabaya pada Kamis, 1 Mei 2025.
Uji Menu dan Persiapan Teknis Pelayanan
Sebagai bagian dari rangkaian pelantikan, dilakukan pula sesi meal test atau uji makanan. Dalam sesi ini, para undangan mencicipi menu yang akan disajikan kepada jemaah selama proses pemberangkatan dan penjemputan.
Penilaian mencakup aspek rasa, kebersihan, kandungan gizi, serta kesesuaian dengan kondisi jemaah haji yang sebagian besar berusia lanjut. Kegiatan itu menjadi bentuk evaluasi awal untuk memastikan seluruh aspek logistik dan pelayanan siap secara teknis dan kualitas.
Unsur Lintas Instansi dalam PPIH Embarkasi Surabaya
Para anggota PPIH yang dilantik berasal dari berbagai instansi lintas sektor, antara lain:
- Pemerintah Provinsi Jawa Timur
- Kanwil Kemenag Jatim
- Kanwil Dirjen Imigrasi Jatim
- Polrestabes Surabaya
- Dinas Kesehatan Jatim
- Kantor Otoritas Bandara Juanda
- Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya
- UPT Asrama Haji Surabaya
- Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Surabaya
- Kantor Bea Cukai Tipe Madya Pabean Juanda
- Rumah Sakit Haji Surabaya
- Angkasa Pura 1 Bandara Juanda
Kehadiran unsur lintas sektor ini mencerminkan pentingnya sinergi dalam pelayanan ibadah haji sebagai tanggung jawab nasional, dengan harapan ibadah haji tahun 2025 dapat memberikan pengalaman spiritual yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh jemaah. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

