Rem Blong Jadi Sorotan, Jalur Klemuk Kota Batu Dinilai Tak Ramah Motor Matik

Kepala DPUPR Kota Batu Alfi Nurhidayat menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur tidak akan efektif tanpa kesadaran pengguna jalan. Ia kembali mengingatkan agar masyarakat mematuhi rambu lalu lintas yang sudah dipasang.

20 Jan 2026 - 20:52
Rem Blong Jadi Sorotan, Jalur Klemuk Kota Batu Dinilai Tak Ramah Motor Matik
Kawasan Jurang Klemuk (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Jalur Rajekwesi atau Klemuk di Kota Batu kembali disorot sebagai salah satu ruas jalan dengan risiko kecelakaan tinggi, khususnya bagi pengguna sepeda motor matik. Kelandaian turunan yang ekstrem membuat sistem pengereman kendaraan rentan mengalami panas berlebih hingga kehilangan daya cengkeram.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu, Alfi Nur Hidayat pada Selasa (20/1/2026) menyebut, sebagian besar kecelakaan di Jalur Klemuk berkaitan dengan kombinasi kondisi trase jalan dan kesalahan pengendara.

“Selain faktor trase jalan yang memang sangat curam, banyak kejadian juga dipicu oleh human error. Terlebih apabila ada kebiasaan pengendara yang melakukan pengereman terus-menerus dari atas turunan menjadi masalah utama, terutama pada sepeda motor matik yang mengandalkan sistem pengereman otomatis," urainya. 

Menurutnya, pengereman memanjang dari atas membuat rem panas dan pada titik tertentu, daya cengkeram cakram bisa menurun bahkan hilang. Kondisi tersebut berujung pada rem blong, yang kerap terjadi di segmen turunan tajam Jalur Klemuk.

Situasi ini menjadikan ruas tersebut tidak ramah bagi kendaraan tertentu, terutama motor matik dengan beban berat atau kondisi rem yang kurang prima.

"Sehingga kami akan menyiapkan solusi jangka panjang melalui penataan ulang trase jalan. Langkah ini diarahkan untuk mengurangi kelandaian ekstrem yang selama ini memaksa pengendara melakukan pengereman panjang," imbuhnya.

Karena ketika alignment vertikal ditata ulang dengan menambahkan unsur horizontal. Jalur akan dibuat lebih berkelok untuk menurunkan tingkat kelandaian.

Dengan desain kelok-kelok, kecepatan kendaraan dapat ditekan secara alami tanpa mengandalkan rem secara berlebihan. Hal ini dinilai lebih aman dan sesuai dengan prinsip keselamatan jalan di kawasan pegunungan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow