Rawat Suami yang Lumpuh, Nenek di Tulungagung Ditemukan Meninggal di Rumahnya

Untuk sementara, suami korban yang lumpuh direncanakan akan dirawat oleh keluarga terdekat dan dibantu para tetangga. Selanjutnya, keputusan perawatan akan dimusyawarahkan kembali setelah anak-anak korban tiba di rumah duka.

02 Sep 2025 - 17:03
Rawat Suami yang Lumpuh, Nenek di Tulungagung Ditemukan Meninggal di Rumahnya
Petugas evakuasi jenazah nenek yang ditemukan meninggal di dalam kamar rumahnya di Desa Kepuh, Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Warga Dusun Putuk, Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, digemparkan dengan penemuan seorang nenek bernama Tingah (63) yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Selasa (2/9/2025).

Tragisnya, korban yang selama bertahun-tahun merawat suaminya yang lumpuh akibat stroke itu baru diketahui meninggal setelah jasadnya membusuk selama dua hingga tiga hari.

Kapolsek Boyolangu, AKP Tarmadi, menjelaskan bahwa penemuan tersebut berawal dari laporan seorang tetangga bernama Sri Utami.

Ia curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas sejak beberapa hari terakhir, hingga akhirnya ditemukan telah meninggal dunia di dalam kamar rumahnya.

“Siang ini ada laporan dari pihak tetangga namanya Bu Sri Utami melaporkan bahwa tetangganya ditemukan sudah meninggal dunia atas nama Bu Tingah. Bu Tingah umur 63 tahun. Kondisinya di rumah hanya dengan suaminya yang sakit sudah bertahun-tahun,” jelas AKP Tarmadi.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis sementara yang dilakukan tim Inafis Polres Tulungagung bersama tim forensik dari Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr Iskak Tulungagung, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal akibat sakit yang dideritanya.

“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tindak kriminal. Diperkirakan korban meninggal karena sakit gula (diabetes) yang dideritanya, dan jika dilihat dari kondisi jenazah, kemungkinan sudah lebih dari dua atau tiga hari,” tambahnya.

Keterangan tetangga juga menguatkan dugaan tersebut. Korban terakhir terlihat keluar rumah pada Sabtu sore, sebelum akhirnya Selasa siang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi sudah menimbulkan bau menyengat.

Korban meninggalkan tiga anak, masing-masing berada di Ponorogo, Ngawi, dan satu lagi bekerja sebagai pekerja migran di Taiwan. Polisi memastikan seluruh anak sudah dihubungi, bahkan dua di antaranya sedang dalam perjalanan menuju rumah duka

“Alhamdulillah semua keluarga sudah bisa dihubungi, baik yang di Ponorogo maupun Ngawi sudah dalam perjalanan,” terang AKP Tarmadi.

Untuk sementara, suami korban yang lumpuh direncanakan akan dirawat oleh keluarga terdekat dan dibantu para tetangga. Selanjutnya, keputusan perawatan akan dimusyawarahkan kembali setelah anak-anak korban tiba di rumah duka. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow