Ratusan Umat Buddha Surabaya Khidmat Peringati Detik-detik Waisak 2026

Ratusan umat Buddha memadati Vihara Buddhayana Surabaya untuk merayakan Waisak 2570 BE. Mengusung tema Menebar Cinta, perayaan ini menjadi momentum refleksi kedamaian dan toleransi.

31 May 2026 - 19:18
Ratusan Umat Buddha Surabaya Khidmat Peringati Detik-detik Waisak 2026
Umat Buddha melakukan ibadah di Vihara Buddhayana Surabaya dalam perayaan Waisak 2570 BE. (Foto: beritasatu.com)

SURABAYA, SJP– Suasana khidmat menyelimuti Vihara Buddhayana Surabaya, Jalan Raya Putat Gede, Kecamatan Sukomanunggal, pada Minggu (31/5/2026). Ratusan umat Buddha tampak memadati vihara sejak pagi hari, antusias menyambut rangkaian ibadah detik-detik Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 yang jatuh tepat pukul 15.44.44 WIB.

Sejak pintu vihara dibuka untuk kegiatan ibadah pada pukul 10.00 WIB, ruang peribadatan perlahan penuh oleh umat yang datang silih berganti. Rangkaian doa bersama berlangsung intensif, berlanjut pada sesi kedua pukul 14.00 WIB hingga puncak peringatan detik-detik Waisak di sore hari.

Upasaka Pandita Vihara Buddhayana Surabaya, Romo Heru Santoso, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya mengusung pesan kedamaian yang mendalam.
"Tema Waisak tahun ini adalah, 'Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia.' Ratusan umat hadir hari ini untuk merayakan Waisak dengan penuh rasa syukur," ujar Romo Heru.

Lebih lanjut, Romo Heru menjelaskan bahwa perayaan 
Waisak adalah momentum refleksi diri bagi umat Buddha untuk mengamalkan nilai-nilai luhur seperti kesadaran, toleransi, dan welas asih. Ia berharap semangat cinta kasih ini tidak berhenti di vihara, melainkan menjadi landasan untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan senada sebelumnya juga disampaikan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Ia mengajak umat Buddha menjadikan Waisak sebagai momen mempererat persaudaraan dan menumbuhkan komitmen menjaga perdamaian dunia.

"Upaya menciptakan perdamaian harus dimulai dari diri 
sendiri. Nilai cinta kasih perlu dipupuk sebagai landasan membangun hubungan yang harmonis di lingkungan keluarga, masyarakat, serta kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Nasaruddin.

Menteri Agama juga menekankan bahwa keberagaman keyakinan seharusnya menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan. Ajaran kebijaksanaan dalam agama Buddha dinilai selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat yang damai. (**)

Sumber: beritasatu.com

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow