Ratusan Tukang Becak di Tulungagung Antusias Jajal Becak Listrik dari Prabowo, Pemkab Akan Siapkan Tempat Pengecasan Gratis

Lokasi yang diprioritaskan adalah kawasan stasiun, terminal, dan tempat mangkal tukang becak lainnya.

08 Jan 2026 - 17:29
Ratusan Tukang Becak di Tulungagung Antusias Jajal Becak Listrik dari Prabowo, Pemkab Akan Siapkan Tempat Pengecasan Gratis
Tukang becak di Tulungagung antusias berlatih mengoperasikan becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Sebanyak 200 tukang becak di Kabupaten Tulungagung dijadwalkan akan menerima bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Penyerahan bantuan tersebut direncanakan berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026 mendatang.

Menjelang penyerahan, ratusan tukang becak tampak antusias menjajal becak listrik tersebut pada Kamis (8/1/2026) siang, di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Sebagian besar tukang becak sudah mampu mengoperasikan kendaraan listrik tersebut, meski beberapa di antaranya masih terlihat grogi karena baru pertama kali mencoba.

Selain menyiapkan distribusi becak listrik, Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga berencana menyediakan fasilitas pengecasan gratis bagi para tukang becak listrik di sejumlah titik strategis.

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengatakan, Pemkab akan menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membangun tempat pengecasan yang aman dan mudah dijangkau.

“Itu kita upayakan nanti kerja sama dengan OPD terkait agar kita bangun tempat yang aman dan terjangkau. Biar teman-teman ini kalau ngecas itu mudah,” ujar Gatut Sunu Wibowo, Kamis (08/01/2026).

Menurutnya, salah satu lokasi yang diprioritaskan adalah kawasan stasiun dan tempat mangkal tukang becak.

“Terutama di stasiun, mungkin ya. Kalau memang di stasiun itu kita kasih tempat untuk pengecasan. Kita fasilitasi, dan pengecasannya gratis,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung Iswahyudi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan koordinasi awal dengan PLN terkait penyediaan infrastruktur listrik untuk mendukung program tersebut.

“Kita sudah koordinasi dengan PLN. Pada dasarnya PLN siap membantu untuk membangunkan tempat-tempat pengecasan becak listrik ini,” kata Iswahyudi.

Dishub Tulungagung, lanjutnya, akan segera mengirimkan surat resmi ke PLN untuk dilakukan survei lokasi.

“Nanti akan disurvei tempat-tempat mana yang sekiranya menjadi tempat mangkal para tukang becak, sehingga dibangunkan tempat ngecas di situ. Harapannya, kalau sewaktu-waktu baterai habis, bisa langsung dicas di tempat mangkal,” jelasnya.

Iswahyudi menambahkan, jumlah titik pengecasan masih akan ditentukan berdasarkan hasil survei, mengingat lokasi mangkal tukang becak tersebar di berbagai titik seperti stasiun, terminal, dan pusat keramaian.

Terkait spesifikasi teknis becak listrik seharga Rp22 juta per unit tersebut, Koordinator Becak Listrik Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Dimas Ramdana Prasetyo, menjelaskan bahwa daya listrik rumah tangga masyarakat kecil masih mencukupi untuk pengecasan.

“Masih bisa digunakan, termasuk untuk rumah dengan daya 450 VA,” ungkap Dimas.

Ia menjelaskan, satu kali pengisian penuh baterai becak listrik dapat digunakan selama 3 hingga 4 jam, tergantung beban angkutan.

“Untuk jarak tempuh tergantung muatan. Semakin berat muatan, tentu daya listrik yang dipakai semakin besar,” jelasnya.

Dimas juga menyebutkan bahwa baterai becak listrik tersebut mendapat garansi dari PT Pindad.

“Garansi baterai dari PT Pindad sekitar enam bulan. Kalau rusak, bisa ditukar atau diganti,” katanya.

Meski saat ini belum ada gerai layanan resmi di Tulungagung, ia memastikan mekanisme pengaduan telah disiapkan.

“Kalau ada kerusakan bisa lapor ke Yayasan GSN atau langsung ke Pindad. Kalau tidak ada koordinator di sini, bisa disampaikan ke kami,” pungkasnya.

Program becak listrik ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan tukang becak sekaligus mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan di Kabupaten Tulungagung. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow