Sebulan Dua Kali Longsor di Pulau Bawean, BPBD Gresik Soroti Soal Penebangan Pohon

Maraknya dugaan penebangan pohon yang diketahui berlalu-lalang di penyeberangan Pulau Bawean ke Pelabuhan Paciran, diduga berpengaruh terhadap resiko tanah longsor.

08 Jan 2026 - 17:12
Sebulan Dua Kali Longsor di Pulau Bawean, BPBD Gresik Soroti Soal Penebangan Pohon
Lokasi terdampak longsor di Jalan Kuduk-Kuduk, akses menuju Gunung Malang, di Desa Patar Selamat, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. (Foto: BPBD Gresik/)

GRESIK, SJP - Bencana tanah longsor kembali menimpa wilayah Kepulauan Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, longsor terjadi di Jalan Kuduk-Kuduk, akses menuju Gunung Malang, di Desa Patar Selamat, Kecamatan Sangkapura, Rabu (7/1/2026) sore.

Peristiwa ini merupakan bencana tanah longsor kedua, sebelumnya sudah terjadi sebulan pertengahan Desember 2025.

"Hujan deras dengan intensitas tinggi dalam waktu lama menyebabkan struktur tanah melemah dan akhirnya terjadi longsor. Saat ini kondisi tanah di lokasi masih labil," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2025).

Sukardi mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, serta perangkat desa setempat langsung terjun ke lokasi terdampak untuk memantau dan penanganan awal tanah longsor. 

Ia menyebut, panjang longsoran tanah di wilayah terdampak mencapai 25 meter dengan ketinggian material runtuhan tiga meter. 

Longsoran tersebut menutup sebagian badan jalan dan mengganggu akses utama menuju kawasan Gunung Malang.

Menurut Sukardi, kejadian tersebut tidak ada timbulnya korban luka maupun jiwa.

Pihaknya merekomendasikan penanganan teknis dengan pemasangan dinding penahan tanah berupa talud atau bronjong. 

Selanjutnya, BPBD juga merekomendasikan penanaman vegetasi berakar kuat, serta perbaikan dan penguatan struktur jalan yang dilengkapi sistem drainase guna mencegah terjadinya longsor susulan.

Atas kejadian ini, Sukardi juga menyoroti maraknya dugaan penebangan pohon yang diketahui berlalu-lalang di penyeberangan Pulau Bawean ke Pelabuhan Paciran.

"Yang tidak kalah pentingnya sosialisasi untuk menekan penebangan pohon di wilayah hutan. Hampir setiap penyeberangan Bawean- Paciran selalu ada muatan pohon," jelasnya.

Diketahui sebelumnya, bencana longsor terjadi di Dusun Bangsal, Desa Dekatagung, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, pada pertengahan Desember 2025. Tanah longsor terjadi kembali di Desa Patar Selamat, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow