Ratusan Ternak Mati Akibat Erupsi Semeru

Tragedi ini menyoroti kerentanan sektor peternakan di kaki Gunung Semeru, sekaligus mendesak adanya langkah pemulihan dan bantuan intensif dari pemerintah untuk para peternak yang kehilangan aset berharganya.

24 Nov 2025 - 07:29
Ratusan Ternak Mati Akibat Erupsi Semeru
Kondisi atap kandang ternak warga ambruk disapu erupsi Semeru. (Beritasatu.com)

LUMAJANG, SJP– Dampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tidak hanya menyasar kehancuran infrastruktur permukiman, tetapi juga melumpuhkan sektor peternakan di wilayah terdampak. 

Bencana alam ini telah merenggut nyawa ratusan hewan ternak, memberikan pukulan telak bagi perekonomian warga.

Data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mencatat sedikitnya 172 hewan ternak mati akibat amukan Semeru, yang terdiri 4 ekor sapi dan 168 ekor kambing. Angka ini diperkirakan masih akan bertambah seiring dengan proses evakuasi dan pendataan di lokasi.

Bencana terparah menimpa Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, di mana awan panas guguran (APG) dan banjir lahar dingin menerjang permukiman dan kandang ternak. 

Sebagian besar hewan ternak ditemukan dalam kondisi mati terkubur bersama kandangnya oleh material pasir vulkanik Semeru.

Dalam rekaman video amatir yang beredar, terlihat jelas kondisi kandang yang hangus terbakar, roboh, dan tertimbun material erupsi. 

Warga yang berupaya kembali ke kampung halaman untuk memeriksa kondisi ternak hanya mendapati hewan peliharaan mereka telah mati dan tidak terselamatkan. Pemandangan ini menyisakan duka mendalam bagi para pemiliknya.

Salah satu warga yang menjadi korban adalah Surahmah, warga Dusun Sumbersari. Ia harus merelakan seluruh ternaknya. 

"Saya punya dua kambing dan enam ayam, habis semua (mati) terkubur di kandang. Kalau sudah seperti ini, ya mau apa lagi," ujar Surahmah. 

Ia menambahkan bahwa APG datang secara tiba-tiba, sehingga warga hanya memiliki waktu untuk menyelamatkan diri sendiri. 

"Kami hanya bisa lari menyelamatkan diri. Tidak sempat berpikir apa-apa. Ternak sudah kami anggap tabungan, sekarang habis semua," tambahnya.

Menanggapi bencana ini, upaya cepat dilakukan oleh tim kesehatan hewan. Dokter hewan dari UPT Puskeswan Pasirian, drh Zulfikar, menerangkan bahwa penanganan segera sangat krusial untuk mencegah kematian susulan dan potensi penyebaran penyakit dari bangkai ternak.

"Laporan yang kami telah terima, ada 4 sapi dan 168 kambing. Jumlah ini masih ada kemungkinan bertambah mengingat masih banyak kandang yang terendam material lahar panas," kata Zulfikar.

Untuk ternak yang sudah mati, petugas bersama relawan melakukan tindakan pemusnahan dengan cara dibakar. 

"Hal ini merupakan prosedur standar untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit dan menjaga sanitasi lingkungan di wilayah bencana," tandasnya. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow