Radio Wijang Songko FM Kediri Berhenti Mengudara Setelah 58 Tahun

Melalui situs web resminya, RWS FM mengumumkan bahwa Selasa (31/03/2026) menjadi hari terakhir operasional stasiun radio yang berlokasi di Jalan Kilisuci, Kota Kediri tersebut.

01 Apr 2026 - 08:00
Radio Wijang Songko FM Kediri Berhenti Mengudara Setelah 58 Tahun
Hari terakhir siaran Radio Wijang Songko FM Kediri (Foto: Putra/SJP)
Radio Wijang Songko FM Kediri Berhenti Mengudara Setelah 58 Tahun

KEDIRI, SJP–Setelah menemani pendengar setianya selama hampir enam dekade, stasiun radio legendaris asal Kediri, Radio Wijang Songko FM (RWS FM), resmi berpamitan dari udara.

Melalui situs web resminya, RWS FM mengumumkan bahwa Selasa (31/03/2026) menjadi hari terakhir operasional stasiun radio yang berlokasi di Jalan Kilisuci, Kota Kediri tersebut.

"Kami informasikan kepada seluruh pendengar bahwa Radio Wijang Songko menghentikan operasionalnya terhitung mulai tanggal 1 April 2026. Terima kasih atas dukungan dan kebersamaan Anda selama ini," demikian bunyi pengumuman di laman situs web RWS FM.

Manajer RWS FM, Lindawati, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut sangat berat. Ia menjelaskan bahwa langkah untuk mengakhiri siaran di frekuensi 99 FM sudah dipertimbangkan sejak enam tahun lalu, tepatnya saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia.

"Waktu itu tertunda-tunda, jalan terus, sampai mulai awal tahun kemarin diputuskan oleh pimpinan, per 1 April ini tidak mengudara. RWS FM ini merupakan kepemilikan tunggal. Beliau (Pimpinan RWS FM, Pintero Utomo) sudah berusia 83 tahun dan memutuskan untuk pensiun," ungkap Lindawati, Selasa (31/3/2026).

Mulai 1 April besok, para penyiar RWS FM akan beristirahat. Namun, Lindawati menuturkan tidak menutup kemungkinan RWS FM akan kembali hadir di masa depan. 

"Tapi kapankah itu? Belum bisa menentukan," tambahnya.

Radio Wijang Songko berdiri pada tahun 1968 dengan nama awal Radio Pattimura yang beroperasi di gelombang AM. RWS FM kemudian mulai mengudara di frekuensi FM pada era 1990-an. 

"Perjalanannya sampai hari ini 58 tahun," ujar Lindawati.

Nama Wijang Songko sendiri bermakna putih bersih. Selama lebih dari setengah abad, RWS FM menyajikan beragam program menarik dari pagi hingga tengah malam, bahkan sempat mengudara selama 24 jam penuh. Sejumlah program seperti Pamor (Pesona Humor) dan Pak Piket menjadi favorit pendengar selama 20 tahun terakhir.

"Karena kami radio humor, banyak yang menantikan acara-acara kami. Namun, hampir semua program, bukan hanya humor, seperti di pagi hari mulai siaran pukul 05.00 WIB, selalu ditunggu untuk membangunkan pendengar yang hendak bekerja atau menyiapkan anak sekolah. Jadi, setiap program memiliki pendengar setia masing-masing," papar Koordinator Siaran RWS, Asti Wibowo.

RWS FM juga terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dari perangkat pita kaset dan CD, stasiun ini beralih ke perangkat komputer, hingga menyediakan layanan melalui situs web dan aplikasi Android.

Selain media informasi dan hiburan, RWS FM menjadi kawah candradimuka bagi banyak penyiar dan jurnalis di kawasan Kediri. Asti menyebutkan bahwa pimpinan mereka, Pintero Utomo, memberikan kebebasan kreativitas dalam suasana kekeluargaan yang erat.

"Di Radio Wijang Songko, setiap orang di sini adalah keluarga. Kami banyak belajar dari Bapak (Pintero Utomo). Karena kami radio humor yang penuh kreativitas, kami diberikan kebebasan untuk menciptakan karakter baru," imbuhnya.

Selama hampir enam dekade, RWS FM telah menjadi saksi sejarah berbagai peristiwa di Kota Kediri, termasuk tiga kali letusan Gunung Kelud. 

"Hampir semua momen atau kejadian di Kediri menjadi memori tersendiri bagi Radio Wijang Songko," kata Lindawati.

Selain bencana, RWS FM juga mencatat momen kegembiraan warga, seperti acara jalan sehat yang memadati Jalan Kilisuci hingga lomba kotekan sahur setiap bulan Ramadan yang diikuti peserta dari berbagai wilayah jangkauan siar.

Pada hari terakhir siaran, studio RWS FM dipadati pendengar yang ingin menyaksikan langsung momen penutupan radio kesayangan mereka. "Terasa kehilangan, hari ini hari terakhir siaran," ungkap seorang pendengar bernama Tata.

Kini, RWS FM bertransformasi menjadi memori kolektif bagi masyarakat Kediri. "Terima kasih sudah setia mendengarkan Radio Wijang Songko. Kami tidak lagi mengudara, namun hanya jeda sejenak. Harapan kami ke depan, kami dapat kembali menyapa pendengar," pungkas Lindawati. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow