Akses Lumpuh Akibat Banjir, Perbaikan 3 Jembatan di Bondowoso Dikebut Dinas BSBK Pakai Anggaran BTT

Jembatan penghubung Desa Bandilan–Sempol, Kecamatan Prajekan, Bondowoso ambruk akibat banjir besar. Bupati Abdul Hamid Wahid meninjau lokasi dan memastikan perbaikan darurat segera dilakukan menggunakan anggaran BTT sebesar Rp370 juta untuk tiga titik jembatan rusak.

01 Apr 2026 - 09:00
Akses Lumpuh Akibat Banjir, Perbaikan 3 Jembatan di Bondowoso Dikebut Dinas BSBK Pakai Anggaran BTT
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid bersama Wakilnya, ditemani oleh Kepala Dinas BSBK dan Kominfo, saat meninjau lokasi amblesnya jembatan penghubung Desa Bandilan dan Sempol Kecamatan Prajekan (foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Pemerintah Kabupaten Bondowoso bergerak cepat menindaklanjuti amblesnya jembatan penghubung Desa Bandilan–Sempol, Kecamatan Prajekan, usai ditinjau langsung oleh Bupati Bondowoso, Selasa (31/3/2026).

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengungkapkan bahwa terdapat tiga jembatan yang mengalami kerusakan akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut.

“Ada tiga jembatan yang mengalami kerusakan, yakni penghubung Bandilan–Sempol, Bandilan–Tarum, dan Bandilan–Klekean,” ujarnya.

Ia memastikan, pemerintah daerah akan segera melakukan penanganan darurat agar akses masyarakat tidak terputus total. Perbaikan sementara ditargetkan rampung dalam waktu singkat.

“Untuk jembatan di lokasi ini, insya Allah akan kami lakukan penanganan sementara agar bisa digunakan terlebih dahulu, meskipun dengan keterbatasan. Kami targetkan dalam setengah bulan sudah bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Selain itu, penanganan permanen akan direncanakan melalui skema perubahan anggaran. Jika belum memungkinkan, pembangunan akan diusulkan pada APBD induk tahun 2027.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Bondowoso, Ansori, menyampaikan bahwa perbaikan darurat akan dibiayai melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Penanganan menggunakan anggaran BTT dengan pagu sekitar Rp370 juta untuk tiga titik. Pelaksanaannya secepatnya, dengan estimasi pengerjaan antara satu hingga tiga hari,” terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (1/4/2026).

Di sisi lain, Sundari, Kepala Desa Bandilan mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir hingga menyebabkan jembatan ambruk.

“Hujan yang turun sangat lebat, bahkan di wilayah atas lebih deras lagi, sehingga menyebabkan banjir besar. Kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya dan mengakibatkan jembatan ambruk,” ungkapnya.

Ia menyebut, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi ribuan warga. Tercatat sekitar 2.601 kepala keluarga (KK) di Desa Bandilan dan sekitar 1.560 KK di Desa Sempol bergantung pada jalur tersebut.

“Kami memohon kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso agar segera menindaklanjuti, karena ini satu-satunya jalan poros penghubung kedua desa,” katanya.

Untuk sementara, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif melalui Bandilan Selatan menuju Sempol. Namun, kondisi jembatan di jalur tersebut juga dinilai kurang layak.

“Kalau harus memutar, jaraknya sekitar dua hingga tiga kilometer,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow