Pagelaran Wayang Kulit di Bersih Desa Kedungombo Nganjuk Menuai Protes Warga

Puluhan warga Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, mendatangi balai desa menolak dalang baru pada acara bersih desa. Mereka menuntut agar dalang tradisi, Ki Cahyo Kuntadi, kembali memimpin pergelaran wayang kulit demi menghindari malapetaka dan menjaga tradisi turun-temurun.

08 Sep 2025 - 20:03
Pagelaran Wayang Kulit di Bersih Desa Kedungombo Nganjuk Menuai Protes Warga
Puluhan warga Desa Kedungombo Tanjunganom saat mediasi bersama pihak Pemdes dan babinkhabtimas di balai Desa (foto : kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP - Aksi puluhan warga Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, mendadak datangi balai desa, pada Senin (8/9/2025) pagi. Puluhan warga desa dengan penuh emosi mendatangi kantor pemerintahan tersebut. 

Kedatangan mereka dipicu oleh ketakutan mendalam akan datangnya pagebluk atau wabah penyakit mematikan yang diyakini bisa dipicu oleh kesalahan fatal dalam pelaksanaan bersih desa yang digelar kesenian tradisional wayang kulit. 

Ada 50 massa yang didominasi oleh tokoh masyarakat dan sesepuh desa ini dengan suara lantang menuntut agar pemerintah desa bertindak cepat mengganti dalang yang akan memimpin pergelaran wayang kulit dalam perayaan hari jadi desa. 

Mereka berpendapat bahwa dalang yang ada saat ini tidak kompeten dan berpotensi melakukan kesalahan fatal yang dapat mengundang malapetaka bagi desa.

"Kami tidak main-main dengan keselamatan desa, pagebluk itu nyata, dan pernah terjadi hingga Balai Desa Ndoyong (mau ambruk) dan adanya wabah. Kami minta dalang Ki Cahyo Kuntadi yang biasa mengisi acara bersih desa yang memimpin di pagelaran wayang kulit," teriak Ribut Jarwoto, seorang tokoh masyarakat dengan nada berapi-api.

Senanada disampaikan Sumadi, ia mengatakan, sudah 10 tahun acara pagelaran wayang kulit ini yang mengisi tetap Ki Cahyo Kuntadi, tradisi seperti ini sudah lama jangan dirubah.

"Kami minta kepada Pemdes Kedungombo, dan ini sudah 10 tahun, jangan sampai pagelaran wayang kulit ini dipimpin dalang selalin Ki Cahyo Kuntadi, kalau ada sesuatu di desa siapa yang bertanggungjawab," kata Sumadi warga setempat. 

Menyikapi luapan emosi warga, Kepala Desa Kedungombo, Hariyono, berjanji akan segera mengambil langkah konkret untuk meredakan ketegangan. Pihaknya berjanji akan merubah acara yang dijadwalkan pada tanggal 4 Oktober 2025 mendatang, dengan tokoh masyarakat dan pihak terkait untuk mencari solusi yang memuaskan semua pihak.

"Kami memahami betul kegelisahan warga dan kami tidak akan mengabaikannya. Kami akan berupaya akan menemukan jalan keluar yang terbaik, dengan tetap menghormati tradisi dan kearifan lokal," ujar Hariyono dengan nada menenangkan.

Perlu diketahu, pagelaran wayang kulit di acara bersih Desa Kedungombo Kecamatan Tanjunganom Nganjuk dengan Dalang Ki RM Akbar Syahalam menuai kritik pedas dari warga Desa, pasalnya Dalang Wayang Kulit tersebut tidak sesuai keinginan warga

 Aksi protes ini berlangsung dengan semangat tinggi namun tetap terkendali. Hadir di acara tersebut Kades Kedungombo Hariyono, Anggota DPRD Nganjuk Bintari, Babhinkamtibmas dan jajaran Perangkat Desa Kedungombo (*) 

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow