Puluhan Mama Muda di Malang Rugi Rp6 Miliar akibat Tertipu Arisan Bodong
Dua kakak beradik di Malang menipu puluhan mama muda melalui arisan online bodong. Keduanya berhasil membawa kabur uang para korban dengan total kerugian mencapai Rp6 miliar.
MALANG, SJP — Janji manis keuntungan berlipat dari arisan online berujung petaka. Puluhan mama muda di Kabupaten Malang mengaku kehilangan total Rp6 miliar setelah pengelola arisan menghilang tanpa jejak.
Arisan bodong ini berjalan sejak 2017 melalui grup WhatsApp bernama Jual Beli Arisan Amanah. Sedikitnya 500 orang tergabung, mayoritas ibu rumah tangga di wilayah Kecamatan Turen dan sekitarnya.
“Awalnya lancar, kami dapat keuntungan sesuai janji. Tapi belakangan uang kami dibawa kabur,” kata Nadia (24), warga Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Jumat (8/8/2025).
Menurutnya, setoran anggota bervariasi mulai Rp500 ribu hingga ratusan juta rupiah. “Ada yang setor Rp130 juta. Bahkan sampai Rp600 juta lebih. Total kerugian kami sekitar Rp6 miliar,” ujarnya.
Pelaku berinisial EK (26) dan NK (26), warga Desa Tawangrejeni, Kecamatan Turen, awalnya menjanjikan pengembalian modal pada 24 Juli 2025.
Namun, hingga tenggat waktu yang dijanjikan, uang tak kembali dan keduanya menghilang. Nomor telepon pelaku juga tidak lagi aktif.
“Kami merasa ditipu. Jadi terpaksa melapor ke polisi,” tambah Nadia.
Laporan telah diajukan bersama puluhan korban lainnya. Kasus ini kini ditangani Polres Malang. Polisi membenarkan telah menerima laporan dari 30 korban.
Hingga saat ini, polisi masih memburu kedua pelaku arisan online tersebut. Para korban pun berharap uang mereka bisa segera kembali.
“Yang paling kami mau bukan cuma pelakunya ditangkap, tapi uang kami dikembalikan,” tegas seorang korban lainnya.
Fenomena arisan online dengan skema keuntungan berlipat disebut rawan penipuan. Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap tawaran serupa, terutama yang tanpa pengawasan dan sistem serta mekanismenya tidak jelas. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

