Kasus Kebocoran Pabrik PT Linde di Gresik, Warga Emosi Lantaran Kompensasi Uang Tunai Ditawar Jadi Sembako
Audiensi kompensasi kasus kebocoran pabrik gas milik grup PT Linde Indonesia berlangsung alot.
GRESIK, SJP - Audiensi kesepakatan nilai kompensasi warga terdampak kebocoran pabrik PT Linde Indonesia di Balaidesa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, berlangsung alot.
Perwakilan warga sempat tersulut emosi lantaran kompensasi uang tunai yang diajukan ditawar manajemen PT Linde berupa sembako.
Adapun permintaan warga tersebut uang tunai sebesar Rp1,5 juta per KK bagi warga terdampak parah. Dan uang tunai sebesar Rp1 juta bagi warga terdampak lainnya.
Rapat audiensi soal kompensasi itu turut dihadiri oleh Badan Pemberdayaan Desa (BPD), serta Ketua RW dan RT.
"Kita selama ini tidak mendapat respon yang baik dari PT Linde, saatnya kita melawan. Menurut saya, angka segitu seharusnya mampu (memenuhi)," kata salah seorang perwakilan Ketua RT, Wanto, Rabu (6/8/2025).
Wanto menyebut, PT Linde sekelas perusahaan internasional seharusnya memiliki empati rasa tanggung jawab soal insiden ini.
Bahaya dan dampak insiden kebocoran yang ditimbulkan ini sangat terasa bagi warga Desa Roomo setempat.
"Bisa atau tidak, kompensasi harus tunai. Itu tujuan kita, soal nilai ditawar atau tidak. Tetapi wajib tunai. Itu wajib dijalankan," tambah perwakilan RT lainnya, Hasyim.
Sementara itu, dari pihak PT Linde, Anita, Kepala HRD, menyampaikan penawaran permintaan kompensasi warga uang tunai menjadi beras.
"Keputusan hasil meeting. Kompensasi kebijakan internal menyediakan sembako diberikan 3 kali," jelasnya.
Sementara audiensi masih berlangsung alot. Kedua pihak masih melakukan tawar menawar kompensasi kasus kebocoran pabrik gas milik grup PT Linde Indonesia itu. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

