Pulang Hari Ini, Petani Tunggu Janji NH Kembali Bangkitkan Ikon Buah Apel Kota Batu

Ketua Kelompo Tani Bersama Dusun Gerdu Utomo Petani di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji merupakan salah satu sentra apel terbesar, berharap Nurochman dan Heli segera merealisasikan program-program yang pernah mereka gaungkan saat kampanye seperti membentuk koperasi dengan fasilitas cool storage untuk menjaga stabilitas harga apel yang kini anjlok di kisaran Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per kilogram.

28 Feb 2025 - 17:59
Pulang Hari Ini, Petani Tunggu Janji NH Kembali Bangkitkan Ikon Buah Apel Kota Batu
Kondisi perkebunan apel Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Wali Kota Batu Nurochman dan Wakilnya, Heli Suyanto pasca dilantik Presiden RI Prabowo Subianto dan dijadwalkan kembali ke Kota Batu setelah masa retret pada Jumat malam (28/2/2025).

Harapan besar pun disematkan kepada pasangan NH, terutama dari para petani apel yang menunggu janji mereka untuk mengembalikan kejayaan apel sebagai ikon Kota Batu.

Ketua Kelompok Tani Bersama Dusun Gerdu Utomo Petani di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji yang merupakan salah satu sentra apel terbesar, berharap Nurochman dan Heli segera merealisasikan program-program yang pernah mereka gaungkan saat kampanye.

Seperti membentuk koperasi dengan fasilitas cool storage untuk menjaga stabilitas harga apel yang kini anjlok di kisaran Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per kilogram.

"Petani membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah daerah. Selain harga jual yang rendah, mereka juga menghadapi masalah serangan hama lalat buah sejak 2017 lal. Akibatnya, luas lahan apel di Desa Tulungrejo menyusut drastis dari 1.000 hektare menjadi hanya 300 hektare," urainya.

Senada, Ketua Gapoktan Desa Giripurno Widjiono mengaku bahwa desa Giripurno sebelumnya juga memiliki sekitar 150 hektare varietas tanaman apel, namun petani sudah banyak yang beralih ke tanaman jeruk.

"Tanaman jeruk ini selain perawatan lebih mudah, harga lebih stabil dan panen bisa sampai dua kali dalam setahun. Kalau berbicara tentang pengurangan petani apel, setidaknya hanya tinggal 2-3 persen saja yang bertahan," tegasnya.

Selain permasalahan harga dan hama, persoalan air juga menjadi tantangan untuk petani, namun NH berjanji akan membangun embung di wilayah atas agar petani tidak kesulitan air untuk pertaniannya.

"Kami berharap pemimpin asli Kota Batu ini bisa menepati janji mereka dan mengembalikan kejayaan apel sebagai ikon kota pariwisata ini," tandasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow