PT KAI Siapkan Penataan Kawasan Stasiun Tulungagung Mulai 2026

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun akan menata ulang kawasan Stasiun Tulungagung mulai Januari 2026 untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang yang terus bertambah.

23 Aug 2025 - 19:00
PT KAI Siapkan Penataan Kawasan Stasiun Tulungagung Mulai 2026
Jalan depan stasiun Tulungagung yang akan dipindahkan. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun akan memulai penataan kawasan Stasiun Tulungagung pada Januari 2026.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang, seiring pertumbuhan jumlah pengguna kereta api yang terus naik setiap tahun.

Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul menjelaskan, tahap pertama penataan dipusatkan di area depan stasiun yang kini langsung berbatasan dengan jalan raya.

“Penataan kawasan ini tujuannya untuk peningkatan keselamatan dan memitigasi risiko, sekaligus mengacu pada standar pelayanan minimum,” ujarnya, Sabtu (23/8/2025).

Menurut Rokhmad, penataan berlangsung bertahap hingga 2028 dengan tiga titik utama, yakni sisi depan, selatan, dan utara Stasiun Tulungagung.

Pada tahap awal, akses jalan di depan stasiun akan digeser ke arah barat dan ditambah fasilitas trotoar bagi pejalan kaki.

Rute jalan baru nantinya dibelokkan dari pertigaan selatan stasiun ke arah barat, kemudian ke utara, lalu kembali ke timur.

“Dengan perubahan ini, penumpang diharapkan bisa lebih aman dan nyaman saat keluar-masuk stasiun,” katanya.

Rokhmad menuturkan, tahap pertama proyek akan melibatkan 11 mitra kerja yang kini menempati lahan milik PT KAI.

Dua bangunan di sekitar stasiun dipastikan tidak terdampak penataan karena statusnya bukan termasuk area yang diubah oleh KAI.

“Untuk lokasi kuliner seperti Warung Sate Pak Kuat, dan satu lagi di sebelah selatan itu tidak akan diubah karena masuk bangunan heritage,” jelasnya.

Dia menambahkan, persiapan proyek dimulai Desember 2025, sementara pelaksanaan berjalan sepanjang tahun 2026.

Anggaran proyek sepenuhnya ditanggung PT KAI tanpa dukungan dana pendamping dari pemerintah daerah setempat.

“Karena yang memanfaatkan adalah penumpang kereta api, maka seluruh pembiayaan ditanggung KAI,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rokhmad menekankan penataan kawasan ini merupakan langkah antisipasi atas kenaikan jumlah penumpang di Tulungagung.

“Kita harus menyiapkan fasilitas lebih awal, agar pertambahan jumlah penumpang di tahun-tahun mendatang bisa terakomodasi dengan baik,” pungkasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow