Pemakaman Marsma Fajar di Probolinggo Diiringi Tangis Rekan Seangkatan

Marsma TNI Fajar Andrianto dikenang sebagai sosok hangat, humoris, dan dekat dengan keluarga. Dia juga punya minat besar merakit dan menciptakan pesawat bersama rekan seangkatan.

04 Aug 2025 - 15:29
Pemakaman Marsma Fajar di Probolinggo Diiringi Tangis Rekan Seangkatan
Suasana duka menyelimuti upacara pemakaman militer Marsma TNI Fajar Andrianto di Kota Probolinggo, Senin (4/8/2025). Rekan dan kerabat mengiringi kepergian almarhum ke tempat peristirahatan terakhir. (Rahmad/SJP)

PROBOLINGGO, SJP — Duka mendalam menyelimuti pemakaman Marsma TNI Fajar Andrianto di Kota Probolinggo, Senin (4/8/2025). Jasad perwira tinggi TNI Angkatan Udara (AU) ini dikebumikan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Al Ikhlas, Jalan Bengawan Solo, Kecamatan Kademangan, dengan upacara militer.

Prosesi pemakaman dipimpin langsung Deputi Bidang Sarana-Prasarana dan Sistem Komunikasi Pencarian Pertolongan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP), Marsda TNI Widyargo Ikoputra. Mendiang Marsma TNI Fajar Andrianto dimakamkan tepat di samping makam ayahnya.

Menurut Marsda TNI Widyargo, Marsma TNI Fajar merupakan sosok yang hangat, humoris, dan dekat dengan keluarga. Dia bahkan tak kuasa menahan tangisnya saat memberikan sambutan. Keduanya punya kenangan suka merakit dan menciptakan pesawat bersama semasa hidup.

"Makanya tadi saya betul-betul tidak kuat dalam menyebut namanya. Karena kita sama-samalah. Beliau di penerbangan 16 dan saya di F5. Kita sama-sama lahir dan dibesarkan di tempat yang sama," ujar Marsda TNI Widyargo.

Dia menambahkan, kenangan tersebut makin kuat saat keduanya berada di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) dan sekolah penerbangan.

"Secara pribadi, saya benar-benar merasa kehilangan. Dan saya pikir teman-teman angkatan 92 baik itu di TNI AU maupun secara keseluruhan di TNI-Polri juga merasakan hal yang sama," tegasnya.

Marsma TNI Fajar Andrianto merupakan salah satu korban dalam insiden jatuhnya pesawat latih sipil jenis Microlight Fixedwing Quicksilver GT500. Pesawat itu milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dengan registrasi PK-S126. Dia merupakan pilot utama, bersama co-pilot Roni.

Pesawat tersebut hilang kontak 11 menit setelah lepas landas dan jatuh di TPU Astana, Ciampea, Kabupaten Bogor. Peristiwa nahas itu terjadi pada Ahad (3/8/2025) sekitar pukul 09.19 WIB. Saat itu, Marsma TNI Fajar sedang menjalani misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara.

Almarhum sempat dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Hasan Toto, Kabupaten Bogor. Namun, dia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.35 dalam usia 56 tahun, meninggalkan seorang istri dan dua anak. Sementara, co-pilot Roni masih menjalani perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSAU dr. Hasan Toto. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow