Pramuka Jadi Ekstra Wajib di Kota Blitar
Bersamaan dengan itu, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga diminta berlangsung ramah anak dan bebas dari praktik perundungan (bullying).
KOTA BLITAR, SJP - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar memastikan pendidikan kepramukaan kembali menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib di seluruh sekolah pada tahun ajaran 2026/2027.
Bersamaan dengan itu, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga diminta berlangsung ramah anak dan bebas dari praktik perundungan (bullying).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin mengatakan ketentuan tersebut mengacu pada Permendiknas Nomor 13 Tahun 2025 yang mengembalikan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah.
Menurutnya, materi kepramukaan akan menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan MPLS. Karena itu, Dindik memberikan pembekalan kepada lebih dari 300 kepala sekolah mulai jenjang TK hingga SMA di Balai Kusumo Wicitro, Kota Blitar.
"Terkait MPLS, yang paling mengena adalah pendidikan kepramukaan. Sesuai amanah Permendiknas Nomor 13 Tahun 2025, Pramuka kembali menjadi ekstrakurikuler wajib di sekolah," ujar Dindin, Selasa (7/7/2026).
Ia berharap seluruh kepala sekolah dapat segera mengimplementasikan kebijakan tersebut saat kegiatan belajar mengajar dimulai pada tahun ajaran baru.
Selain menyiapkan pelaksanaan Pramuka, Dindik juga mengingatkan seluruh sekolah agar menjalankan MPLS sesuai aturan yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan. Seluruh rangkaian kegiatan harus memberikan pengalaman belajar yang positif, tanpa adanya tindakan kekerasan maupun bullying terhadap peserta didik baru.
Untuk memastikan hal itu, Dindik menggandeng aparat kepolisian, kejaksaan, dan Kodim melalui Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman. Tim tersebut akan melakukan pengawasan selama pelaksanaan MPLS di sekolah-sekolah.
"Kami sudah bekerja sama dengan kepolisian, kejaksaan, dan Kodim dalam Pokja Budaya Sekolah Aman. Nantinya pelaksanaan MPLS akan diawasi bersama agar benar-benar aman dan bebas bullying," katanya.
Dindik juga mengajak para orang tua untuk ikut mengantarkan anak pada hari pertama masuk sekolah. Kehadiran orang tua, khususnya ayah, dinilai dapat memberikan dukungan moral sekaligus membantu anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.
"Kami berharap para orang tua mendampingi anaknya di hari pertama sekolah, terutama para ayah agar ikut mengantarkan anak ke sekolah," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

