Prajurit Kostrad Tempa Ketangguhan lewat Pencak Silat Militer Warisan Nusantara

Pencak Silat Militer menjadi strategi pelatihan prajurit Kostrad yang menggabungkan warisan budaya dengan pembentukan fisik, mental, dan disiplin tempur.

17 Jun 2025 - 10:01
Prajurit Kostrad Tempa Ketangguhan lewat Pencak Silat Militer Warisan Nusantara
Ilustrasi kejuaran pencak silat (Foto: Humas Kostrad for SJP)

MALANG, SJP—Pencak Silat Militer (PSM) Divisi Infanteri (Divif) 2 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) menjadi sarana penting dalam membentuk ketangguhan fisik dan mental prajurit TNI AD.

Seni bela diri tradisional Nusantara ini dipadukan dalam latihan yang dirancang khusus untuk kebutuhan tempur modern prajurit Kostrad.

Latihan Kader Pelatih PSM Divif 2 Kostrad 2025 secara resmi dibuka oleh Kepala Staf Divif 2 Kostrad, Brigjen TNI Riyanto di Madivif 2 Kostrad, Singosari, Kabupaten Malang, baru-baru ini.

Pencak silat selama ini dikenal sebagai simbol keberanian dan disiplin masyarakat Indonesia. Menurut Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), seni bela diri ini mengandung nilai-nilai luhur yang tidak hanya mengajarkan teknik bertarung, tetapi juga membentuk karakter yang kuat dan etika tinggi.

Dalam lingkup militer, PSM memadukan berbagai aliran pencak silat dengan metode latihan khusus sesuai kebutuhan prajurit menghadapi medan tempur.

Brigjen TNI Riyanto menegaskan, latihan ini adalah wadah pembentukan prajurit profesional yang siap menjadi pelatih PSM di satuan masing-masing. 

“Kalian adalah prajurit pilihan yang akan menjadi pionir dalam pengembangan perguruan PSM di setiap satuan. Gunakan kesempatan ini untuk menempa diri dan menjadi bagian dari sejarah baru bagi TNI AD,” ujarnya, Senin (16/6/2025) kala memberi arahan dan sambutan.

Latihan kader pelatih berlangsung kurang lebih selama tiga bulan dengan fokus pembinaan fisik, teknik tempur, serta penguatan mental dan disiplin prajurit.

“Latihan ini akan berlangsung selama 90 hari ke depan dengan tujuan mencetak pelatih PSM yang profesional dan siap menularkan ilmu ke satuan masing-masing,” tutup Brigjen TNI Riyanto.

Pelestarian pencak silat sebagai bela diri wajib bagi TNI AD adalah visi besar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. 

Selain pembinaan ketangguhan prajurit, pencak silat diharapkan mengharumkan nama Indonesia di kancah nasional dan internasional melalui prestasi atlet militer.

Sebagai warisan budaya tak benda yang diakui UNESCO sejak 2019, beberapa pekan lalu, kesatuan ini juga kerap melakukan event pencak silat yang terus tumbuh dan menjadi kekuatan utama bagi prajurit TNI AD dalam menghadapi tantangan masa depan. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow