Posko Open Donasi Aksi Pejuang Gayatri Dibuka di Alun-Alun Tulungagung

Ahmad Dardiri, salah satu koordinator lapangan (korlap) aksi, mengatakan bahwa inisiatif membuka posko ini muncul dari antusiasme warga yang mendukung rencana aksi tersebut.

06 Sep 2025 - 20:32
Posko Open Donasi Aksi Pejuang Gayatri Dibuka di Alun-Alun Tulungagung
Posko open donasi aksi damai Pejuang Gayatri di parkir timur alun-alun Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Menjelang aksi damai Pejuang Gayatri pada Kamis (11/9/2025), sebuah posko open donasi resmi didirikan di area parkir timur Alun-Alun Tulungagung, tepat di depan kantor DPRD setempat.

Posko tersebut mulai beroperasi pada Jumat (5/9/2025) malam dan menjadi pusat dukungan masyarakat bagi gerakan yang disebut sebagai perjuangan untuk mendorong kinerja pemerintahan yang lebih baik.

Ahmad Dardiri, salah satu koordinator lapangan (korlap) aksi, mengatakan bahwa inisiatif membuka posko ini muncul dari antusiasme warga yang mendukung rencana aksi tersebut. 

“Open donasi ini kita buka kemarin malam, jadi belum ada 24 jam. Banyak telepon yang masuk karena mereka ingin membantu meski tidak bisa hadir secara fisik,” ujarnya, Sabtu (6/9/2025).

Ahmad Dardiri menyebut, aksi damai yang akan digelar pekan depan tersebut merupakan perjuangan untuk menciptakan kinerja atau karakter kerja pemerintahan Tulungagung, khususnya dan pada umumnya nasional terutama juga kepada DPRD untuk bekerja lebih profesional dan lebih baik. 

Tidak hanya itu, aksi ini juga sebagai tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, termasuk rapat dengar pendapat dengan DPRD Tulungagung pada (19/8/2025) lalu.

Saat itu, massa Komite Juang Reforma Agraria (KJRA) menyoroti sejumlah persoalan agraria, salah satunya menyoal pembangunan pemakaman modern Shangrila Memorial Park di Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung.

Menurut Dardiri, dukungan yang datang tidak hanya berbentuk kehadiran massa, tetapi juga berupa bantuan logistik hingga sumbangan dana. 

“Ada yang ingin menyumbangkan air atau dana. Maka untuk dana juga kita siapkan rekening khusus, dan itu disediakan untuk menampung donasi dari berbagai wilayah yang peduli terhadap perjuangan kita,” jelasnya.

Selain donasi dari masyarakat lokal, beberapa warga Tulungagung yang saat berada di luar negeri juga turut memberikan dukungan lewat transfer dana. Korlap tidak bisa menyebutkan angka pasti jumlah dana yang sudah terkumpul saat ini, tapi akan membukanya nanti setelah aksi secara transparan.

“Kami sudah membuka nomor rekening, dan beberapa ratus ribu sudah masuk. Nantinya, setelah aksi, penggunaannya akan dibuka secara transparan,” kata Dardiri.

Menurut Dardiri bantuan yang datang bukan hanya berupa uang tetapi juga datang dalam bentuk bahan makanan dari warga desa. Beberapa warga pelosok yang tidak bisa hadir langsung bahkan berinisiatif mengirimkan hasil bumi. 

“Ada yang telepon mau mengirim pisang, ketela, hingga ubi. Kami tidak menolak apapun bentuk partisipasi mereka,” tambahnya.

Posko donasi ini direncanakan beroperasi hingga sehari sebelum aksi berlangsung. Sejumlah relawan juga dijadwalkan berjaga setiap malam. 

“Untuk sementara, kami rencanakan posko ditutup Rabu malam, pukul 00.00. Jadi masuk hari Kamis sudah resmi ditutup. Setiap hari ada yang menjaga secara bergantian,” terang Dardiri.

Dengan adanya posko ini, Pejuang Gayatri berharap dukungan masyarakat bisa semakin solid. Aksi yang direncanakan tidak hanya mengangkat isu nasional, tetapi juga fokus pada persoalan regional yang dirasakan langsung masyarakat Tulungagung. Gerakan ini diharapkan menjadi suara bersama demi perbaikan kinerja pemerintahan, khususnya DPRD Tulungagung. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow