Pesan Gus Aam dari Jombang, TNI Penjaga Kedaulatan, Tapi juga Penggerak Pembangunan
Aspirasi masyarakat yang lahir dari semangat reformasi tersebut, menurut Gus Aam, harus dihormati.
JOMBANG, SJP – Menanggapi suara masyarakat yang menginginkan TNI kembali ke barak, Pengasuh PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, KH. Sholahul Am Notobuwono atau Gus Aam, menyerukan pandangan yang lebih holistik.
Ia menegaskan bahwa TNI memiliki peran ganda yang strategis, sebagai penjaga kedaulatan dan sebagai mitra pembangunan nasional.
Aspirasi masyarakat yang lahir dari semangat reformasi tersebut, menurut Gus Aam, harus dihormati. Namun, ia mengingatkan bahwa TNI yang lahir dari rakyat juga perlu didukung penuh peran strategisnya dalam membangun bangsa di berbagai sektor.
“Justru lewat peran non-militer, TNI bisa ikut menjaga rakyat dan mendukung pembangunan bangsa,” ujar Gus Aam dalam pesan diterima wartawan, Sabtu (6/9/2025).
Menurutnya, TNI tidak hanya identik dengan seragam loreng, melainkan sebuah institusi yang siap hadir di tengah masyarakat untuk mengatasi problematika bangsa.
Pengalaman panjang dalam menghadapi krisis, ditambah disiplin dan loyalitas tinggi, menjadikan TNI mitra penting pemerintah dan rakyat.
“Dalam Pasal 7 RUU TNI, sudah jelas disebutkan tambahan tugas TNI untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang salah satunya adalah keterlibatan dalam bidang-bidang strategis,” tegasnya.
Gus Aam merinci beberapa bidang yang membutuhkan keterlibatan TNI, di antaranya pemberantasan kriminalitas, membasmi korupsi, judi online, dan narkoba. Termasuk menjadi garda terdepan memberantas mafia di sektor migas, sawit, dan tambang.
“Masyarakat mempercayakan pemberantasan mafia itu kepada TNI karena loyalitas dan disiplin mereka,” tambahnya.
Gus Aam juga melihat peran TNI dalam pembangunan ekonomi, yakni mendukung program swasembada pangan, ketahanan energi, dan mempercepat hilirisasi industri nasional dengan jaringan yang solid hingga ke pelosok daerah.
Selain kontribusi fisik, Gus Aam menyoroti dampak kehadiran TNI terhadap kondisi psikologis masyarakat. Tingginya kepercayaan publik dapat menjadi modal sosial untuk membangun rasa aman, memperkuat kebersamaan, dan mencegah potensi konflik horizontal.
"Keberadaan TNI di pos-pos sipil, menurutnya, bukanlah ancaman. Justru, dengan pengalaman dan jaringan luas, TNI mampu memberikan solusi cepat bagi berbagai persoalan bangsa," bebernya.
Lebih lanjut Kader Partai Golkar ini menyampaikan harapan agar peran non-militer TNI semakin diperkuat. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus melihat TNI tidak hanya sebagai benteng pertahanan, tetapi juga sebagai mitra nyata dalam meningkatkan kesejahteraan.
“Harapan kita semua, kehadiran TNI benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, bukan hanya dalam menjaga kedaulatan, tetapi juga dalam mendukung kesejahteraan bangsa," pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

