Polres Malang Butuh Bantuan Akademisi UB untuk Analisis Blank Spot
Akademisi dari Universitas Brawijaya dilibatkan untuk menganalisis titik rawan kecelakaan dan menekan angka kecelakaan di Kabupaten Malang
MALANG, SJP – Guna meningkatkan keselamatan lalu lintas dan menekan angka kecelakaan (laka), Polres Malang berkolaborasi dengan akademisi dari Universitas Brawijaya (UB) untuk menganalisis titik rawan laka atau blank spot di wilayah Kabupaten Malang.
Kolaborasi ini dilakukan secara rutin setiap triwulan. Khususnya menjelang Operasi Ketupat Semeru. Tujuannya sebagai langkah pencegahan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Kasatlantas Polres Malang, AKP Widyagana Putra Dhirotsaha menyampaikan, pendekatan berbasis data sangat penting dalam menentukan kebijakan keselamatan lalu lintas.
"Kami terus melakukan penindakan dan penyuluhan. Namun fokus utama kami adalah menanamkan kesadaran hukum kepada masyarakat. Penindakan adalah solusi terakhir bagi pelanggaran. Sementara yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat sadar akan aturan. Bukan sekadar takut pada hukum," ujarnya, Selasa (18/2/2025).
Salah satu titik yang menjadi perhatian yaitu jalur menuju kawasan wisata di Kecamatan Karangploso. Tepatnya di Jalan Raya Kepuharjo. Baru-baru ini, terjadi beberapa kecelakaan di lokasi tersebut.
Kecelakaan adu banteng antara mobil Daihatsu Sigra dengan Toyota Hiace terjadi pada Ahad (9/2/2025. Insiden itu mengakibatkan satu orang mengalami luka-luka.
Selain itu, terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan: Toyota Avanza, Daihatsu Grand Max, Honda Civic, dan motor Honda Beat pada Selasa (11/2/2025). Peristiwa itu menyebabkan seorang pengendara sepeda motor luka-luka.
Di wilayah yang sama, juga terjadi kecelakaan fatal di Jalan Tol Malang-Pandaan pada Sabtu (15/2/2025). Mobil Toyota Avanza menabrak truk teronton box. Laka itu menyebabkan pengemudi Avanza meninggal dunia di lokasi kejadian.
Melalui analisis yang dilakukan bersama akademisi, berbagai faktor akan dipelajari secara mendalam. Seperti frekuensi kejadian, tingkat fatalitas, waktu kecelakaan, serta profil dan usia pengendara.
"Kami ingin memastikan, bahwa langkah yang diambil tepat. Apakah kecelakaan di suatu titik terjadi karena faktor musiman, kondisi jalan, atau perilaku pengendara. Semua itu perlu dipertimbangkan, agar kebijakan yang dibuat lebih efektif," tutup AKP Widyagana.
Operasi Keselamatan Semeru 2025 yang dilaksanakan selama 14 hari sejak 10 Februari 2025, diupayakan mampu mengidentifikasi titik rawan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas.
Meski angka kecelakaan di Kabupaten Malang tergolong rendah, pihak kepolisian tetap berupaya menurunkan angka kecelakaan dengan berbagai strategi. Termasuk melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif dengan akademisi.
Dengan adanya langkah ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat. Sehingga angka kecelakaan di Kabupaten Malang dapat ditekan secara signifikan. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

