Polres Batu Aktifkan Jalur Alternatif dan Personel Lapangan untuk Tekan Kemacetan Selama Nataru

Dengan strategi pengaturan arus, optimalisasi jalur alternatif, dan kehadiran personel di titik rawan, Polres Batu menargetkan arus lalu lintas selama puncak akhir pekan Nataru tetap terkendali dan mobilitas wisatawan di Kota Batu tetap berjalan aman serta lancar

26 Dec 2025 - 18:33
Polres Batu Aktifkan Jalur Alternatif dan Personel Lapangan untuk Tekan Kemacetan Selama Nataru
Suasana arus lalu lintas di Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Polres Batu mengoptimalkan skema rekayasa lalu lintas dan penempatan personel di lapangan guna menekan potensi kemacetan selama puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini dilakukan menyusul lonjakan signifikan volume kendaraan yang masuk ke Kota Batu seiring meningkatnya arus wisatawan.

Perwira Pengendali Tim Urai Polres Batu Ipda Agus Atang Wibowo pada Jumat (26/12/2025) membeberkan, pengendalian arus difokuskan pada dua pintu masuk utama, yakni dari arah Kota Malang dan Surabaya. Dari arah Malang, kendaraan dialihkan melalui jalur Areng-Areng menuju Simpang Lima (Proliman) sebelum memasuki pusat Kota Batu.

"Sementara arus dari Surabaya yang keluar Tol Singosari diarahkan ke Simpang Tiga Pendem dan disebar ke sejumlah jalur alternatif menuju kawasan wisata," paparnya.

Lebih lanjut, untuk pengalihan arus ini bertujuan memecah kepadatan agar tidak terpusat di jalur utama. Polisi juga memasang rambu petunjuk tambahan serta menempatkan personel di simpang-simpang krusial untuk memastikan pengendara tidak salah jalur.

Berdasarkan hasil pemetaan kepolisian, sedikitnya tujuh titik rawan kemacetan menjadi fokus pengamanan dan penguraian lalu lintas, mulai dari Exit Songgoriti, Simpang Tiga Bendo, Jalan Diponegoro, Simpang Tiga Arhanud, kawasan Alun-Alun Kota Batu, Simpang Tiga Suhat, hingga kawasan wisata Santerra De Laponte. Selain itu, Jalan Ir Soekarno di depan Jatim Park 3 juga menjadi perhatian karena tingginya aktivitas keluar-masuk kendaraan. 

"Data kepolisian menunjukkan, pada libur Natal 25 Desember 2025, sekitar 6.000 kendaraan tercatat masuk ke Kota Batu sejak pagi hingga siang hari, atau meningkat sekitar 150 persen dibanding hari normal. Meski demikian, kepadatan dinilai masih dapat dikendalikan karena kedatangan kendaraan terjadi secara bertahap," imbuhnya.

Polres Batu juga mengidentifikasi bahwa perlambatan arus lebih banyak dipicu oleh aktivitas kendaraan yang keluar masuk rumah makan dan objek wisata, terutama pada jam makan siang. Untuk itu, petugas di lapangan disiagakan secara dinamis untuk mengurai kepadatan yang bersifat situasional.

“Prinsipnya arus harus tetap bergerak. Kami sebar kendaraan ke jalur alternatif agar tidak terjadi penumpukan di satu titik. Kecepatan kendaraan masih bisa dijaga di kisaran 20 sampai 30 kilometer per jam. Itu artinya arus padat, tapi tidak macet total,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow