Rujukan Gawat Darurat Masih Dominan, Pemkot Batu Perkuat Layanan Kesehatan Desa
Dalam sepuluh bulan terakhir, Pemkot Batu telah mulai merealisasikan sejumlah langkah penguatan layanan kesehatan dasar, termasuk penyiapan tenaga medis di desa sehingga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan lonjakan rujukan gawat darurat sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di level terbawah
KOTA BATU, SJP – Tingginya angka rujukan gawat darurat ke rumah sakit menjadi sinyal kuat masih lemahnya fungsi layanan kesehatan dasar di Kota Batu. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota Batu menyiapkan Peraturan Wali Kota sebagai upaya memperkuat peran layanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan.
Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (26/12/2025) menegaskan persoalan kesehatan di Kota Batu saat ini bukan lagi pada cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), melainkan rendahnya keaktifan masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan dasar sebelum kondisi memburuk.
“Rujukan rumah sakit masih didominasi kasus gawat darurat. Ini menunjukkan tantangan kita bukan di coverage JKN, tapi di keaktifan peserta mengakses layanan kesehatan sejak awal,” ujarnya.
Menurutnya, regulasi yang tengah disusun diarahkan untuk menata ulang sistem pelayanan kesehatan berbasis desa agar mampu berfungsi sebagai garda terdepan pencegahan, bukan sekadar perpanjangan birokrasi pelayanan kesehatan.
Nurochman menekankan, penguatan layanan kesehatan desa tidak dimaksudkan untuk menambah beban pemerintah desa, melainkan memperjelas segmentasi dan sasaran kebijakan kesehatan daerah. Dengan sistem yang lebih terstruktur, kasus-kasus kesehatan diharapkan dapat ditangani lebih dini tanpa harus berujung pada kondisi darurat.
“Program yang diarahkan ke desa itu bukan untuk membebani, tapi mempertegas peran dan sasaran. Tanpa kerja sama dan pemahaman yang sama, program kesehatan tidak akan berjalan efektif,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

