Polisi Musnahkan Ratusan Petasan dan Puluhan Kilogram Bahan Peledak di Tulungagung
Pemusnahan dilakukan dengan metode disposal aman, yakni mengeluarkan isi petasan, mengurai bubuk mesiu, kemudian membakarnya secara terkendali. Menariknya, seluruh proses berlangsung tanpa menimbulkan suara ledakan.
TULUNGAGUNG, SJP - Jajaran Polres Tulungagung memusnahkan ratusan petasan siap ledak dan puluhan kilogram bahan pembuatnya dalam operasi cipta kondisi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026).
Pemusnahan dilakukan di kawasan lapangan tembak Gunung Cemenung, Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan, dengan melibatkan Tim Jibom Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 12.00 hingga sekitar 18.30 WIB ini merupakan pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan kasus oleh jajaran Polres Tulungagung selama bulan suci Ramadan.
Kabag Ops Polres Tulungagung, Kompol Maga Fidri Isdiawan, mengatakan bahwa pihaknya sengaja menghadirkan tim Gegana untuk memastikan proses pemusnahan berjalan aman dan sesuai prosedur.
“Hari ini kami mengundang tim Gegana Satbrimob Polda Jatim untuk melakukan pemusnahan bahan peledak berupa petasan. Ini merupakan hasil dari tindakan kepolisian selama bulan suci Ramadan dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman menjelang Idul Fitri,” ujar Kompol Maga Fidri Isdiawan.
Ia menegaskan, petasan dan bahan peledak yang dimusnahkan berpotensi membahayakan masyarakat jika disalahgunakan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memproduksi, menyimpan, ataupun menyalakan petasan, karena selain melanggar hukum juga sangat berbahaya bagi keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, polisi memusnahkan total 346 buah petasan berbagai ukuran serta bahan peledak berupa bubuk mesiu dengan berat mencapai 22,15 kilogram.
Barang bukti tersebut merupakan hasil sitaan dari sejumlah polsek di wilayah hukum Polres Tulungagung, di antaranya Polsek Campurdarat, Tulungagung Kota, Besuki, Ngunut, Bandung, Gondang, Sumbergempol, dan Boyolangu.
Beberapa bahan pembuatan bubuk mesiu yang turut dimusnahkan meliputi aluminium powder, serbuk belerang, potassium chlorate (KCL).
Selama proses pemusnahan, area lokasi disterilkan secara ketat. Hanya lima personel Tim Jibom yang diperbolehkan berada di titik pemusnahan, sementara petugas lainnya berjaga di perimeter untuk mencegah warga mendekat.
Pemusnahan dilakukan dengan metode disposal aman, yakni mengeluarkan isi petasan, mengurai bubuk mesiu, kemudian membakarnya secara terkendali. Menariknya, seluruh proses berlangsung tanpa menimbulkan suara ledakan keras. Dari kejauhan hanya tampak asap putih mengepul dari lokasi pemusnahan.
“Proses pemusnahan dilakukan secara hati-hati dengan standar operasional dari tim Jibom, sehingga tidak menimbulkan ledakan yang berbahaya dan semua berjalan aman serta kondusif,” pungkas Maga. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

