DPRD Bojonegoro Sindir Proyek Rp40 Miliar: "Pagar Laut dari Bambu Saja Susah Roboh, Ini Beton kok Mudah"
Legislatif curiga ada kesalahan dalam perencanaan dan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek tersebut
BOJONEGORO, SJP – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menyoroti ambruknya proyek tanggul senilai Rp 39,6 miliar.
Legislatif mencurigai adanya ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan proyek milik Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro tersebut.
Para wakil rakyat menaruh curiga akan adanya kesalahan perencanaan dan ketidaksesuaian spesifikasi fisik proyek dengan ketentuan yang berlaku.
Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdulloh Umar mengatakan, rusaknya pelindung tebing atau tanggul yang belum berumur 2 bulan itu bukan karena faktor bencana alam.
"Proyek itu hanya bisa dicurigai karena salah perencanaan dan tidak sesuai spek," ucapnya, Kamis (13/2/2025).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengaku sangat prihatin atas ambrolnya tanggul yang menelan biaya Rp 39,6 miliar dari APBD Kabupaten Bojonegoro itu.
Anehnya, Dinas PU SDA Bojonegoro sebelumnya menyebut proyek tersebut ambrol karena diterjang banjir. Alasan Dinas PU SDA Bojonegoro itu dinilai tidak masuk akal.
Sebab, pemerintah desa setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menerangkan, tidak pernah terjadi banjir di kawasan tersebut.
"Pagar laut dari bambu saja susah dirobohkan, lah ini pagar beton gak diapa-apakan kok roboh," sindirnya.
Pernyataan serupa disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sukur Priyanto. Menurutnya, patut diduga terjadi kesalahan dalam perencanaan proyek tersebut.
"Patut diduga ada kesalahan dalam proses perencanaan dan teknis," kata Sukur Priyanto.
Pihaknya menyayangkan peristiwa itu. Menurutnya, proyek dengan pagu anggaran sebesar itu seharusnya sudah matang mulai dari kajian teknis, perencanaan, hingga pengerjaannya.
"Harus sesuai spesifikasi yang sudah ditentukan juga," tandasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

