Pantau Hilal di Jombang Tidak Terlihat, Hasil Sidang Isbat Jadi Penentu

posisi hilal secara astronomis sebenarnya sudah wujud atau berada di atas ufuk. Meski demikian, ketinggiannya dinilai belum memenuhi kriteria visibilitas atau imkan rukyah yang berlaku.

19 Mar 2026 - 19:15
Pantau Hilal di Jombang Tidak Terlihat, Hasil Sidang Isbat Jadi Penentu
Kegiatan pemantauan hilal di lantai atas gedung BPR Bank Jombang. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP – Proses pemantauan hilal untuk penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idulfitri 2026 telah dilaksanakan di Rooftop Bank Jombang pada Kamis (19/3/2026) sore. Kegiatan rukyatul hilal tersebut dimulai sekitar pukul 17.38 WIB.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jombang, Muhajir, menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal secara astronomis sebenarnya sudah wujud atau berada di atas ufuk. Meski demikian, ketinggiannya dinilai belum memenuhi kriteria visibilitas atau imkan rukyah yang berlaku.

"Berdasarkan perhitungan para ahli hisab, hilal memang sudah ada atau wujud, tetapi belum memenuhi kriteria imkan rukyah. Tingginya masih di bawah 3 derajat," ujar Muhajir saat dikonfirmasi wartawan di lokasi pemantauan.

Muhajir menjelaskan bahwa Indonesia mengacu pada kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang menetapkan batas minimal ketinggian hilal agar dapat dirukyat yakni 3 derajat.

Pemantauan hilal dilakukan secara serentak di 117 titik di seluruh Indonesia, termasuk 28 titik di wilayah Jawa Timur. Hasil pengamatan dari berbagai lokasi tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar pemerintah pada malam harinya.

"Kalau di Jombang tidak terlihat, kita masih menunggu laporan dari daerah lain. Bisa saja di titik lain hilal berhasil diamati," katanya.

Namun, ia mengakui bahwa berdasarkan kondisi di lokasi pemantauan Jombang, hilal belum berhasil terlihat. Selain faktor ketinggian yang belum memenuhi syarat, kondisi cuaca yang berawan juga turut memengaruhi hasil pengamatan.

"Di sini belum terlihat. Cuaca mendung juga menjadi salah satu kendala," tambahnya.

Muhajir menegaskan bahwa kepastian penetapan 1 Syawal 1447 H masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI. Apabila hilal tidak terlihat di seluruh titik pemantauan, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal).

"Kalau seluruh titik tidak berhasil melihat hilal, maka puasa disempurnakan 30 hari. Artinya, kemungkinan Idulfitri jatuh pada hari Sabtu," ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan tanggal pasti Hari Raya Idulfitri sebelum keputusan resmi pemerintah diumumkan.

"Kita tunggu hasil sidang isbat malam ini," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow