Lepas Keberangkatan Jemaah Haji, Plt Bupati Tulungagung Minta Jemaah Jaga Kesehatan
Sebanyak 380 jemaah haji Kabupaten Tulungagung yang masuk dalam Kloter 102 diberangkatkan Minggu (17/5/2026)
TULUNGAGUNG, SJP- Sebanyak 1.175 calon jemaah haji asal Tulungagung diberangkatkan secara bertahap menuju Tanah Suci pada musim haji 2026. Pemberangkatan dipusatkan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso dan dilakukan secara simbolis oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin.
Pada pemberangkatan tahap awal, Minggu (17/5/2026) sore, sebanyak 380 calon jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 102 diberangkatkan menuju Asrama Haji Surabaya. Selanjutnya, pemberangkatan calon jemaah lainnya dilakukan pada malam hari untuk kloter berikutnya.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, pemerintah daerah berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke daerah asal dengan predikat haji mabrur.
“Pada hari ini kita berangkatkan jemaah haji Kabupaten Tulungagung Kloter 102 sebanyak 380 jemaah. Nanti masih ada pemberangkatan lagi sekitar pukul 12 malam,” ujar Ahmad Baharudin.
Ia juga meminta para jemaah turut mendoakan Kabupaten Tulungagung agar tetap aman dan kondusif selama musim haji berlangsung.
“Kami mohon kepada seluruh jemaah haji untuk mendoakan dirinya sendiri dan juga mendoakan Kabupaten Tulungagung agar kondusif, aman, dan pulang membawa predikat haji yang mabrur,” katanya.
Selain itu, Ahmad Baharudin mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Menurutnya, kondisi fisik menjadi faktor utama karena rangkaian ibadah di Tanah Suci membutuhkan stamina yang kuat.
“Jaga kesehatan dan ikuti arahan ketua kloter maupun ketua rombongan. Jangan sampai lepas dari kelompok dan selalu komunikasi dengan teman-temannya serta tim kesehatan. Haji ini membutuhkan fisik yang kuat,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau para jemaah untuk tetap menjaga pola makan dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik yang berlebihan di luar rukun dan wajib haji.
“Makan harus tetap dijaga walaupun mungkin makanan tidak cocok. Tetap makan dan banyak minum. Jangan memaksakan kegiatan yang menguras fisik dan bukan termasuk wajib maupun rukun haji,” tambahnya.
Untuk mendukung pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyiapkan anggaran sekitar Rp900 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung proses keberangkatan hingga pemulangan jemaah, termasuk fasilitas antar jemput dan souvenir batik.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Tulungagung, Suryani, menjelaskan total calon jemaah haji asal Tulungagung sebenarnya mencapai 1.178 orang. Namun, tiga orang batal berangkat.
“Total awalnya 1.178 jemaah, tetapi ada tiga yang gagal berangkat. Satu meninggal dunia, kemudian dua lainnya batal karena suaminya sedang opname sehingga istrinya juga tidak bisa berangkat,” jelas Suryani.
Menurutnya, jemaah haji Tulungagung terbagi dalam beberapa kelompok terbang, yakni Kloter 102, 103, 104, 105, serta Kloter 112 yang berisi enam orang jemaah.
“Kloter 102 masuk asrama haji nanti malam pukul 20.00 dan akan terbang Senin malam pukul 21.00. Sedangkan Kloter 103 masuk asrama Senin pagi pukul 06.00 dan terbang pada hari Selasa pukul 06.25,” terangnya.
Suryani juga mengungkapkan terdapat 12 jemaah yang menggunakan kursi roda. Sebagian kursi roda telah dikirim lebih dulu bersama koper, sedangkan kursi roda yang digunakan selama perjalanan dibawa langsung oleh jemaah.
“Ada 12 jemaah yang menggunakan kursi roda. Sebagian sudah kami kirim bersama koper, sedangkan yang digunakan selama perjalanan dibawa langsung oleh jemaah di bus,” katanya.
Meski seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar, pihaknya tetap meminta para jemaah menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan, mengingat aktivitas menerima tamu sering membuat waktu istirahat berkurang.
“Rata-rata jemaah menerima banyak tamu sehingga kurang tidur dan kurang istirahat. Kami berharap tidak ada lagi jemaah yang sakit menjelang keberangkatan,” ujarnya.
Ia pun berpesan agar para jemaah memprioritaskan kesehatan selama berada di Tanah Suci karena jadwal pelaksanaan ibadah haji tahun ini cukup padat.
“Setelah tiba di sana hanya sekitar empat sampai lima hari sudah mulai pelaksanaan haji. Jadi kesehatan harus benar-benar dijaga. Ibadah sunnah bisa dilakukan setelah seluruh rangkaian haji selesai,” pungkasnya.
What's Your Reaction?

