Petugas Melempem Tertibkan Truk ODOL di Gresik: Bikin Pengusaha Untung, Tapi Abaikan Keselamatan

Maraknya truk ODOL yang leluasa beroperasi di Kabupaten Gresik, menjadi keluhan warga. Petugas juga nampak tidak tegas melakukan penertiban.

25 Jul 2025 - 15:47
Petugas Melempem Tertibkan Truk ODOL di Gresik: Bikin Pengusaha Untung, Tapi Abaikan Keselamatan
Foto: Truk ODOL saat melintas di Kabupaten Gresik. (Foto: Istimewa)

GRESIK, SJP — Melempem atau ketidaktegasan petugas untuk menertibkan truk Over Dimension dan Over Loading (ODOL) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, secara tidak langsung menguntungkan pengusaha. 

Keuntungan finansial bagi pengusaha truk mengabaikan aturan kapasitas muatan, tetapi mengabaikan keselamatan pengguna jalan lainnya. 

"Jelas itu berpengaruh. Persoalan keuntungan dari pengusaha truk kalau tidak ditertibkan sangat tinggi. Karena dia akan abaikan kondisi keselamatan dan sebagainya," kata anggota DPRD Kabupaten Gresik Abdullah Hamdi, Jumat (25/7/2025).

Hamdi yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik itu, turut menyoroti permasalahan truk ODOL yang tak kunjung usai. Selain bisa berdampak mengancam bahaya penggunaan jalan lainnya, truk ODOL ini juga berpengaruh terhadap kerusakan jalan raya. 

Ia menyebut, sudah melakukan rapat dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera melakukan penertiban, baik terkait dengan muatan atau jam operasional.

"Kami berharap Dishub dan Satlantas bisa melakukan kolaborasi untuk memberikan kepastian larangan jam operasional dan terkait volume muatan yang diangkut," jelasnya. 

Menurut dia, kalau upaya tersebut bisa dilaksanakan, Pemerintah Kabupaten Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bisa memberikan kepastian keselamatan bagi pengguna kendaraan, maupun pengguna jalan lainnya. 

Petugas Dishub dan Satlantas juga diharapkan bisa memasang rambu-rambu larangan yang lebih representatif.

"Karena selama ini alasan sopir tidak mengetahui adanya rambu-rambu. Ditambah sosialisasi secara masif," pungkasnya. 

Diketahui sebelumnya, masih maraknya truk ODOL selama Operasi Patuh Semeru 2025 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, ramai menjadi perbincangan publik di media sosial (medsos). Ketegasan petugas kepolisian dipertanyakan dalam hal ini.

Selama Operasi Patuh Semeru 2025, petugas garang melakukan penindakan terhadap pengendara sepeda motor saat pelanggaran lalulintas. Sebaliknya, truk-truk yang mengangkut kelebihan muatan atau ODOL masih marak melintas. 

Hasil penegakan pelanggaran truk ODOL, petugas hanya menindak 15 unit truk dari total 1.198 pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran lainnya dilakukan oleh mayoritas kendaraan bermotor selama Operasi Patuh Semeru pekan ini.

Hasil ketimpangan penegakan pelanggaran lakulintas itu memicu reaksi netizen di media sosial. Kasatlantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera tak berkomentar saat dikonfirmasi. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow