Peternakan Sapi Perah di Desa Permanu Malang Meningkat Pesat Berkat Metode Close House
Metode Close House bantu tingkatkan kenyamanan sapi perah di Desa Permanu, produksi susu naik hingga 30 liter per ekor.
MALANG, SJP — Inovasi kandang modern membawa angin segar bagi peternak sapi perah di Kabupaten Malang. Metode Close House, yang menawarkan suasana kandang sejuk dan nyaman, terbukti mampu mendongkrak produktivitas susu secara signifikan.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo, menyebut metode ini telah memberi dampak nyata bagi peningkatan hasil peternakan.
“Dengan sistem Close House, sapi-sapi bisa beristirahat dan makan dalam kondisi optimal. Hasilnya, produksi susu naik jadi 25 hingga 30 liter per hari,” ujarnya, Rabu (2/7/2025).
Salah satu yang merasakan langsung manfaatnya adalah Yonatan, peternak muda dari Desa Permanu. Saat dikunjungi Bupati Malang bersama rombongan, ia menceritakan bagaimana kandang Close House mengubah arah usaha ternaknya.
“Dulu hanya punya 4 ekor sapi, sekarang sudah 14. Produksi susunya meningkat, kualitasnya juga lebih baik. Kami juga dibantu Nestlé dalam pembangunan kandangnya,” ungkapnya.
Yonatan berharap kisah sukses ini bisa menginspirasi pemuda lain di desanya untuk mencintai sektor peternakan.
“Kami ingin Desa Permanu jadi ikon peternakan sapi perah di Kabupaten Malang. Ini potensi besar yang harus dirawat bersama,” ujarnya.
Dengan harga sapi peranakan impor yang masih relatif terjangkau, yakni sekitar Rp20–25 juta per ekor, peluang pengembangan usaha terbuka lebar. Metode Close House pun menjadi jawaban atas tantangan iklim tropis, yang kerap memengaruhi produktivitas ternak.
Penerapan teknologi sederhana namun berdampak besar ini memberi harapan baru bagi ketahanan pangan lokal, sekaligus menjadikan Kabupaten Malang sebagai model pengembangan peternakan modern yang ramah iklim dan berkelanjutan. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

