Pejuang Gayatri Bersiap Gelar Aksi Damai di Tulungagung 11 September

Gerakan ini disebut sebagai perjuangan untuk menciptakan kinerja atau karakter kerja pemerintahan Tulungagung khususnya dan pada umumnya nasional terutama juga kepada DPRD untuk bekerja lebih profesional dan lebih baik.

06 Sep 2025 - 19:52
Pejuang Gayatri Bersiap Gelar Aksi Damai di Tulungagung 11 September
Ahmad Dardiri, salah satu Korlap aksi Pejuang Gayatri yang akan menggelar aksi 11 September 2025 di Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Aksi damai Pejuang Gayatri akan digelar di Tulungagung pada Kamis, (11/9/2025). Persiapan terus dimatangkan oleh delapan koordinator lapangan (korlap) yang memimpin secara kolektif kolegial agar jalannya aksi sesuai rencana.

Salah satu korlap aksi, Ahmad Dardiri, menegaskan bahwa aksi ini akan mengusung isu nasional sekaligus regional.

“Sebagaimana sudah diketahui secara umum, isu nasional tetap digaungkan. Tetapi kami juga tidak lupa dengan isu regional yang justru lebih penting bagi masyarakat setempat,” ujarnya, Sabtu (6/9/2025).

Para korlap berharap momentum 11 September bisa menjadi ruang untuk kembali menyuarakan aspirasi masyarakat.

Gerakan ini disebut sebagai perjuangan untuk menciptakan kinerja atau karakter kerja pemerintahan Tulungagung khususnya dan pada umumnya nasional terutama juga kepada DPRD untuk bekerja lebih profesional dan lebih baik.

Aksi ini disebut juga sebagai kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang dinilai belum menghasilkan penyelesaian konkret.

Sebelumnya pada Selasa (19/8/2025) lalu, massa yang menamakan diri Komite Juang Reforma Agraria (KJRA) menggelar rapat dengar pendapat dengan DPRD Tulungagung.

Mereka mempersoalkan sejumlah sengketa lahan di Tulungagung, diantaranya pembangunan pemakaman modern Shangrila Memorial Park, di Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung yang dinilai cacat hukum.

“Termasuk yang kami bawa adalah menyambung apa yang kita lakukan pada waktu hearing beberapa minggu lalu, yang mana kami merasa belum puas karena perkara tersebut memang belum ada penyelesaian,” tambah Ahmad Dardiri.

Rencananya, rute aksi pada 11 September tersebut akan dimulai dari GOR Lembupeteng, lalu bergerak menuju kantor ATR/BPN untuk menyampaikan aspirasi, kemudian berlanjut ke gedung DPRD Tulungagung.

Estimasi jumlah peserta yang disampaikan ke kepolisian sebanyak seribu orang, meski jumlah pastinya belum bisa dipastikan.

“Kami tidak memberikan angka pasti, namun pemberitahuan kepada Polres angka 1.000 yang kita pasang. Prinsipnya, jumlah massa tidak menjadi sangat penting bagi kami. Yang lebih kami tekankan adalah substansi dan esensi gerakan ini, yaitu perjuangan untuk mendorong kinerja pemerintahan agar lebih profesional,” ungkap Ahmad.

Ahmad Dardiri menyebut, aksi damai ini dipastikan akan tetap menitikberatkan pada kedisiplinan massa. Meski melihat potensi kericuhan yang kerap muncul di daerah lain, pihak korlap menegaskan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. 

“Jumlah massa besar risikonya juga tinggi. Namun kami sudah menyiapkan strategi untuk meminimalisasi penyusup,” jelasnya.

Strategi itu mencakup aturan ketat bagi peserta aksi. Peserta tidak diperbolehkan mengenakan masker, tidak boleh memakai atribut organisasi, serta wajib membalik topi jika digunakan. 

“Kami sudah pikirkan metode tertentu agar aksi tetap damai dan fokus pada tujuan utama. Kami punya strategi yang akan anda lihat nanti, Kamis pagi insyaallah jam 9 sudah ada di sini,” tegas Ahmad.

Dengan persiapan tersebut, Pejuang Gayatri optimis aksi pada 11 September akan berjalan tertib dan damai. Mereka berharap pesan yang disampaikan bisa didengar dengan baik oleh pemerintah daerah maupun DPRD, sekaligus menjadi dorongan nyata bagi perbaikan kinerja pemerintahan di Tulungagung. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow