Kesempatan Terbuka, Persebaya Tetap Gagal Memutus Tren Buruk atas Dewa United

Persebaya kembali gagal memutus tren buruk atas Dewa United meski bermain melawan 10 pemain di Stadion Gelora Bung Tomo. Hasil imbang ini memperpanjang rekor negatif Bajul Ijo.

02 Feb 2026 - 07:16
Kesempatan Terbuka, Persebaya Tetap Gagal Memutus Tren Buruk atas Dewa United
Pemain Persebaya berusaha menembus pertahanan Dewa United pada laga pekan ke-19 BRI Super League di Stadion Gelora Bung Tomo. (Foto: persebaya.id)

SURABAYA, SJP - Persebaya Surabaya kembali gagal memanfaatkan momentum untuk mengakhiri catatan kurang bersahabat saat menghadapi Dewa United. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo pada pekan ke-19 BRI Super League, Minggu (1/2/2026), Bajul Ijo harus puas dengan hasil imbang 1-1, meski tim tamu tampil dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama.

Hasil ini membuat tren negatif Persebaya atas Dewa United belum juga terputus. Sejak kemenangan terakhir pada April 2023, Green Force kembali tak mampu menundukkan lawan yang sama, bahkan ketika peluang terbuka lebar hadir di hadapan publik sendiri.

Secara head to head, duel kedua tim sejatinya berlangsung cukup berimbang. Dari delapan pertemuan terakhir di semua ajang, Persebaya mencatat dua kemenangan, empat hasil imbang, dan dua kekalahan. Namun, catatan itu menyimpan satu fakta penting: dalam lima pertemuan terakhir, Persebaya tak sekalipun meraih kemenangan atas Dewa United. Tren inilah yang kembali berlanjut usai laga di GBT.

Situasi ideal sebenarnya sempat dimiliki Persebaya setelah bek Dewa United, Nick Kuipers, diganjar kartu merah pada menit ke-37. Kuipers dinilai melakukan pelanggaran terhadap Malik Rizaldi yang berlari menuju area berbahaya sebagai pemain bertahan terakhir.

Namun, keunggulan jumlah pemain tak serta-merta berbanding lurus dengan dominasi hasil. Skor sudah lebih dulu imbang 1-1 sebelum kartu merah terjadi, dan hingga peluit panjang dibunyikan, Persebaya tak mampu menemukan gol pembeda.

Persebaya sempat unggul lebih dulu melalui gelandang Fransisco Rivera pada menit ke-23. Gol tersebut lahir dari skema serangan rapi yang diawali kombinasi Gali Freitas dan Jefferson Silva, sebelum Arief Catur mengirimkan umpan matang yang diselesaikan Rivera.

Keunggulan itu tak bertahan lama. Dewa United mampu menyamakan kedudukan lewat Kafiatur Rizky setelah memaksimalkan operan Theo Numberi, sekaligus menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi lawan yang sulit dihadapi, bahkan ketika berada dalam tekanan.

Memasuki babak kedua, Persebaya mencoba mengambil inisiatif penuh dengan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Namun, rapatnya pertahanan Dewa United serta minimnya efektivitas di sepertiga akhir membuat sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol.

Harapan publik GBT sempat kembali menyala ketika Mihailo Perovic mencetak gol di menit-menit akhir pertandingan. Sayang, gol tersebut dianulir wasit setelah menilai Pedro Matos lebih dulu melakukan pelanggaran dalam proses terjadinya gol.

Keputusan itu memicu protes dari kubu Persebaya, sementara Dewa United juga beberapa kali menyuarakan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan wasit. Hingga laga usai, skor tak berubah, dan Persebaya kembali harus menerima kenyataan bahwa tren buruk melawan Dewa United masih berlanjut.

Hasil imbang ini bukan sekadar kehilangan dua poin di kandang, tetapi juga memperpanjang catatan yang kian menjadi beban psikologis. Dengan rekor pertemuan yang kian menekan, kesempatan terbuka kembali berlalu tanpa menjadi titik balik bagi Persebaya. (**)

Sumber: beritasatu.com

Editor: DanuĀ 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow