Permintaan Meningkat, Harga Daging Ayam dan Telur di Tulungagung Merangkak Naik
setiap kali memasuki momentum hari besar keagamaan maupun hari besar nasional, kenaikan harga komoditas utama seperti ayam potong dan telur hampir selalu terjadi.
TULUNGAGUNG, SJP - Sejak awal September 2025 lalu harga sejumlah bahan pokok penting di Kabupaten Tulungagung mengalami kenaikan, terutama daging ayam potong dan telur ayam ras. Hal itu terjadi seiring meningkatnya permintaan komoditas tersebut, untuk kebutuhan masyarakat dalam perayaan peringatan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung, Siti Mahmudah, menyampaikan bahwa setiap kali memasuki momentum hari besar keagamaan maupun hari besar nasional, kenaikan harga komoditas utama seperti ayam potong dan telur hampir selalu terjadi.
“Beberapa waktu lalu harga daging ayam Rp32 ribu hingga Rp 34 ribu per kilogram. Namun memasuki Maulid Nabi 2025 ini harga naik menjadi Rp38 ribu per kilogram,” jelas Siti, Kamis (25/9/2025).
Ia menambahkan, tren kenaikan harga memang kerap tidak bisa dihindari karena lonjakan permintaan dari masyarakat.
“Ketika ada peningkatan permintaan barang dari pembeli, secara otomatis harga barang melonjak tinggi. Itu terjadi setiap tahun dan selalu di hari besar,” tuturnya.
Tak hanya daging ayam, telur ayam ras pun mengalami peningkatan harga yang cukup tajam. Semula harga telur berada di kisaran Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per kilogram, kini tembus hingga Rp28 ribu per kilogram.
“Saat ini harga telur mencapai Rp28 ribu per kilogram. Karena ini sedang musim perayaan Maulid Nabi, banyak yang berburu telur dan daging ayam,” urainya.
Untuk menjaga kestabilan harga, Disperindag Tulungagung melakukan sejumlah langkah antisipasi. Selain melakukan pengawasan dan sidak pasar, juga digelar program pasar murah bekerja sama dengan pelaku UMKM.
“Kami juga membuka stand pasar murah bekerja sama dengan beberapa UMKM binaan untuk menjaga stabilitas harga Bapokting,” terangnya.
Menurut Siti, dalam kegiatan pasar murah tersebut, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok mulai beras, gula, minyak goreng hingga telur ayam, dengan harga yang lebih terjangkau.
Pada Kamis (25/9/2025) Disperindag juga melaksanakan sidak sekaligus pasar murah di Pasar Desa Sukowidodo, Kecamatan Karangrejo.
“Kegiatan pasar murah di Desa Sukowidodo menjadi alternatif kami untuk menekan harga bapokting yg naik. Misalnya telur ayam dijual dengan harga Rp 26 ribu per kilogram,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

