Perluas Wawasan Global, ISTTS Adakan Kunjungan Industri dan Akademik ke Thailand

Mahasiswa ISTTS menjejak Thailand, belajar langsung dari Google hingga kampus top KMUTT untuk memahami teknologi global, inovasi AI, dan budaya kerja internasional.

09 Nov 2025 - 19:44
Perluas Wawasan Global, ISTTS Adakan Kunjungan Industri dan Akademik ke Thailand
Dosen dan Mahasiswa ISTTS berkunjung ke kantor Google Thailand untuk belajar langsung tentang budaya kerja, inovasi teknologi, dan tren industri digital di kawasan Asia Tenggara (Dok. ISTTS)

SURABAYA, SJP – Kegiatan belajar tak selalu harus di ruang kelas. Mengunjungi langsung industri dan kampus di luar negeri kini menjadi salah satu cara paling efektif bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana ilmu pengetahuan diterapkan di dunia nyata. 

Melalui pengalaman lintas negara, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemaparan langsung tentang lingkungan akademik di luar negeri, namun juga dapat membuka wawasan global, belajar budaya kerja, hingga membangun jejaring profesional internasional.

Dengan semangat itu, Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) sukses menyelenggarakan program study visit internasional ke Thailand pada 1–8 November 2025. Program tersebut dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dengan dunia industri dan akademik bertaraf global.

Belajar dari Industri Teknologi Dunia

Selama lima hari, rombongan mahasiswa ISTTS menjalani serangkaian kunjungan ke perusahaan teknologi multinasional terkemuka. Dua di antaranya adalah Google Thailand dan LINE Thailand, tempat para mahasiswa mendapat wawasan langsung mengenai budaya kerja, inovasi produk, hingga tantangan teknologi di kawasan Asia Tenggara.

Mereka juga berkesempatan menghadiri DevFest Cloud Thailand, sebuah ajang komunitas teknologi berskala internasional yang mempertemukan para pengembang dan pakar cloud computing dari berbagai negara. Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga memperluas koneksi profesional di bidang teknologi masa depan.

Eksplorasi Dunia Fintech dan Transformasi Digital

Selain sektor teknologi, rombongan juga mengunjungi K+ Building milik Kasikorn Business Technology Group (KBTG), salah satu institusi keuangan digital terbesar di Thailand. Mahasiswa diajak memahami bagaimana teknologi mutakhir diterapkan dalam layanan perbankan modern, mulai dari keamanan digital hingga pengembangan produk berbasis data.

Salah satu dosen pendamping dalam kegiatan tersebut, Prof. Esther Irawati Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan semacam itu memberi perspektif nyata kepada mahasiswa tentang penerapan teknologi di industri.

"Mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana teknologi berdampak pada proses bisnis global. Pengalaman semacam ini sulit diperoleh hanya lewat teori di kelas," ujar Prof. Esther saat dikonfirmasi pada Minggu (9/11/2025).

Kolaborasi Akademik dan Peran Dosen sebagai Visiting Professor

Dari sisi akademik, ISTTS juga menjalin hubungan dengan King Mongkut’s University of Technology Thonburi (KMUTT), salah satu universitas teknik terbaik di Thailand. Kunjungan ini menjadi ajang penjajakan kerja sama pendidikan dan penelitian di bidang teknologi informasi.

Tidak sendiri, Prof. Esther juga ditemani oleh Assoc. Prof. Joan Santoso yang sama-sama didapuk untuk menjadi Visiting Professor di Department of Computing Engineering KMUTT. 

Mereka membawakan workshop selama enam jam tentang Large Language Model (LLM), teknologi yang menjadi dasar kecerdasan buatan modern.

"Kami ingin mahasiswa memahami bahwa teknologi seperti LLM bukan hanya soal algoritma, tapi bagaimana inovasi ini bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah nyata," tutur Profersor ISTTS yang juga Kaprodi S1 Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis Digital itu.

Belajar Budaya dan Nilai Global

Tak hanya fokus pada teknologi, para peserta juga diajak mengenal budaya lokal dengan mengunjungi Wat Arun (Temple of Dawn) di Bangkok. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memahami pentingnya menghargai keberagaman budaya dan nilai-nilai global yang melekat dalam masyarakat modern.

Usai sukses menjalankan kegiatan tersebut, ISTTS berharap mahasiswa tak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga karakter unggul dan wawasan global.

"Kami ingin lulusan ISTTS siap bersaing di dunia internasional. Pengalaman lintas budaya dan paparan industri global akan membentuk mereka menjadi inovator yang tangguh dan berdaya saing tinggi," pungkas Prof. Esther.

Program study visit itu menjadi bukti nyata komitmen ISTTS dalam mengembangkan pendidikan berbasis pengalaman internasional. Melalui kolaborasi akademik dan paparan industri global, mahasiswa diharapkan dapat membawa pulang inspirasi baru dan semangat berinovasi di bidang teknologi. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow