Forum Konsultasi Bahas Penetapan Arsip Nasional Hamid Rusdi di Kabupaten Malang
Forum konsultasi memori kolektif bangsa di Pemkab Malang membahas pengusulan arsip perjuangan Mayor Hamid Rusdi sebagai arsip nasional dan penguatan identitas sejarah daerah.
MALANG, SJP – Upaya mengabadikan jejak perjuangan Mayor Hamid Rusdi sebagai bagian dari sejarah Kabupaten Malang mulai mengerucut. Forum konsultasi memori kolektif bangsa yang digelar di Ruang Rapat Panji, Kantor Pemkab Malang, membahas langkah konkret penetapan arsip perjuangan sang pahlawan menjadi arsip nasional.
Kegiatan bertajuk Aspirasi Memori Kolektif Bangsa ini menghadirkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Perpustakaan dan Arsip, Bakesbangpol, Dinas Pertanahan, serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Malang. Turut hadir pula perwakilan keluarga Mayor Hamid Rusdi.
Wakil Ketua I Paguyuban Amartya Bhumi Kepanjian, Budi Hartono, menjelaskan bahwa forum ini merupakan tindak lanjut dari sarasehan dan napak tilas kepahlawanan Hamid Rusdi yang sebelumnya digelar di Pagak beberapa bulan lalu.
“Muncul kesadaran bersama bahwa Kabupaten Malang perlu memiliki pengingat tentang perjuangan Mayor Hamid Rusdi. Beliau lahir dan dibesarkan di Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak,” ujarnya, Minggu (9/11/2025) melalui pesan singkat.
Menurut Budi, ide besar yang muncul dalam forum ini adalah membangun ikon sejarah berbasis ruang publik di kawasan kelahiran sang pahlawan. Wujudnya bisa berupa monumen, museum pustaka, atau taman terbuka bertema sejarah perjuangan Hamid Rusdi.
Dukungan datang dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Malang. Kepala Bidang Arsip, Hardy D.P, menyebutkan bahwa dokumen dan jejak sejarah perjuangan Hamid Rusdi di Kabupaten Malang dapat diusulkan sebagai arsip nasional, dengan ketetapan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam forum belum lama ini.
“Kami siap memfasilitasi pengusulan arsip MKB Hamid Rusdi ini. Usulan perlu dibuat tematik dan memenuhi tahapan yang disyaratkan ANRI,” terang Hardy.
Sementara itu, perwakilan keluarga Hamid Rusdi, Anang Widodo, memastikan rumah keluarga H. Umar Rusdi di Desa Sumbermanjing Kulon merupakan tempat sang pahlawan dibesarkan.
“Mayor Hamid Rusdi adalah anak keempat dari delapan bersaudara. Beliau berjuang bersama adik bungsunya, Abdul Rozaq, yang juga gugur ditembak pasukan Belanda,” jelasnya.
Forum konsultasi tersebut menjadi langkah awal menuju penguatan arsip sejarah lokal agar diakui secara nasional, sekaligus meneguhkan Kabupaten Malang sebagai bagian penting dari perjalanan kepahlawanan bangsa. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

