Perkuat Layanan Jantung di Daerah, RSUD Kanjuruhan Jadi Lokasi Proctorship Intervensi Non-bedah
Program Proctorship Intervensi Non-Bedah Kardiovaskular digelar di RSUD Kanjuruhan sebagai upaya meningkatkan kompetensi medis dan layanan jantung berkualitas.
MALANG, SJP—Program Proctorship Intervensi Non Bedah Kardiovaskular resmi dibuka di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Sabtu (28/6/2025) siang.
Program ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, sebagai bentuk konkret penguatan kompetensi tenaga medis di daerah dalam menghadapi penyakit kardiovaskular.
Penyakit jantung iskemik tercatat sebagai penyebab kematian tertinggi kedua di Indonesia setelah stroke, menurut data Kementerian Kesehatan RI tahun 2023.
Hal ini menjadikan upaya peningkatan layanan kesehatan jantung sebagai langkah strategis nasional, termasuk di wilayah Kabupaten Malang.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi tenaga medis dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan jantung yang berkualitas,” ujar Bupati Malang, HM Sanusi, dalam sambutannya, Sabtu (28/6/2025)
Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Kementerian Kesehatan RI, RS Jantung Harapan Kita, RSUD dr. Saiful Anwar, hingga seluruh stakeholders yang telah memberi perhatian pada sektor pelayanan kardiovaskular di Kabupaten Malang.
Program ini juga dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional, khususnya dalam agenda Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI serta visi menuju Indonesia Emas 2045, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan.
Lebih lanjut, Sanusi menegaskan bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi tantangan serius yang perlu dihadapi tidak hanya melalui pendekatan promotif dan preventif, tetapi juga kuratif yang berkualitas.
“Melalui transfer pengetahuan dan keterampilan dari para ahli, kami berharap kemampuan tenaga medis di RSUD Kanjuruhan semakin meningkat dan siap melakukan intervensi non-bedah secara mandiri. Ini bukan sekadar pelatihan, melainkan awal dari kerja sama berkelanjutan,” tandasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

