Kades Junrejo Soroti Kurangnya Perhatian untuk Sentra Kriya Kota Batu

UMKM menjadi alat pemanis seremonial untuk tampilkan produk saat event-event skala regional hingga nasional. Selepas itu, para pelaku UMKM dibiarkan begitu saja tanpa disertai campur tangan pemerintah kota dalam penguatan daya saing

19 Nov 2023 - 15:00
Kades Junrejo Soroti Kurangnya Perhatian untuk Sentra Kriya Kota Batu
UMKM Rejoso Desa Junrejo (SJP)

Kota Batu, SJP – Dusun Rejoso, Desa Junrejo yang bergerak di sektor pelaku UMKM kriya dan terkenal sebagai sentra pengrajin kayu kurang mendapatkan sentuhan serius oleh Pemkot Batu.

Terbukti dengan usulan masyarakat untuk menata kawasan sekitar menjadi wisata edukasi melalui musrenbang tidak pernah terealisasi hingga 4-5 tahun terakhir.

Kepala Desa Junrejo, Andi Faisal Hasan membeberkan sampai saat ini berbagai produk UMKM yang dihasilkan dibuat di masing-masing rumah warga yang berada di perkampungan padat penduduk. 

"Mayoritas dari mereka berada di lini kedua area perkampungan, melewati lorong-lorong sempit sehingga keberadaanya tak terlihat mencolok," katanya Ahad (19/11/2023).

Menurutnya, penataan kampung yang dikenal sebagai sentra UMKM di Kota Batu itu kerap diusulkan Pemdes Junrejo meskipun hingga saat ini gagasan yang dicetuskan itu tak mendapat tanggapan.

Gagasan penataan kampung UMKM di Dusun Rejoso perlu meningkatkan daya tarik sehingga memberi kenyamanan bagi pengunjung. 

Terlebih sentra UMKM Dusun Rejoso banyak menerima kunjungan dari luar daerah.

Ia menilai apabila Dusun Rejoso ditata sedemikian rupa dan bahkan bisa dijadikn wisata edukasi, maka setiap wisatawan yang mengunjungi akan ditunjukkan tentang proses pembuatan produk UMKM seperti cobek batu, handy craft, dan lain sebagainya.

Sehingga ketika pasar di luar mulai lesu, maka Dusun Rejoso masih memiliki potensi kunjungan sebagai wisata edukasi tersebut.

Ironisnya, pemerintah kota tidak serius menanggapi usulan pemdes dalam penataan sentra UMKM agar meningkatkan daya tarik sebagai basis wisata. 

"Perlu sentuhan, penataan agar lebih menarik dan rapi.Usulan itu sudah disampaikan melalui musrenbang dari tahun-tahun sebelumnya, namun tidak ada tindak lanjut. Percuma saja digelar musrenbang kalau kesannya formalitas menggugurkan kewajiban," imbuhnya. 

Ia juga menilai musrenbang saat ini sudah tidak seperti yang dilakukan seperti dahulu tentang adanya perdebatan skala prioritas desa mana yang akan dibangun atau diperbaiki infrastrukturnya.

Aktivitas musrenbang saat ini hanya meminta Pemdes untuk memberikan setidaknya 6 usulan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan seremonial saja.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Petinggi dan Lurah (APEL) Batu ini mengakui setiap tahunnya UMKM Rejoso digelontor bantuan alat produksi.

Tetapi cara ini belum sepenuhnya menyentuh pada penguatan sektor ekonomi kerakyatan.

Padahal ketika potensi-potensi sektor UMKM dioptimalkan dampaknya berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi Kota Batu.

"UMKM saat ini hanya dijadikan alat pemanis seremonial oleh Pemkot Batu karena cukup banyak pelaku UMKM khususnya di Dusun Rejoso diminta untuk menampilkan produknya saat event-event skala regional hingga nasional. Selepas itu, para pelaku UMKM dibiarkan begitu saja tanpa disertai campur tangan pemerintah kota dalam penguatan daya saing," tandasnya. (*)

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow