Perkuat Komitmen Penanggulangan TBC, Sekda Bondowoso Ajak Semua Bergerak Bersama

Meskipun ada beberapa catatan dan rekomendasi dari BPK RI, Pemkab Bondowoso bersama OPD terkait siap bersinergi menuntaskan penangangan TBC. Komitmen Pemkab terus dilakukan mulai dari intensifikasi upaya penanganan, dan pemanfaatan data dalam pengendalian TBC.

17 Nov 2025 - 21:17
Perkuat Komitmen Penanggulangan TBC, Sekda Bondowoso Ajak Semua Bergerak Bersama
Sekda Bondowoso, Fathur Rozi saat dikonfirmasi soal penanggulangan TBC didampingi oleh Inspektur, Direktur RSUD dr H Koesnadi dan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya dalam mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC). Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, usai mengikuti exit meeting BPK RI dalam pemeriksaan kinerja pemerintah dalam penanganan TB, Senin (17/11/2025).

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan mencakup tiga aspek utama, yakni komitmen pemerintah daerah, intensifikasi upaya pencegahan, serta penguatan data dan informasi.

“Pemeriksaan ini melihat sejauh mana komitmen pemerintah. Apakah sudah ada regulasinya, bagaimana aksinya, dan bagaimana dukungannya terhadap pencegahan TBC,” jelasnya, di peringgitan Pendopo Raden Bagus Assra.

Soal Regulasi, Sekda menyampaikan, Bondowoso telah memiliki dasar regulasi berupa Peraturan Bupati tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC, serta Keputusan Bupati mengenai pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan TBC.

“Regulasi itu sudah ada, namun perlu disempurnakan. Struktur tim juga harus direview supaya kinerjanya lebih baik,” ujar ASN asal Kabupaten Probolinggo yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala DPMD ini.

Ia menambahkan, struktur tim harus lebih lengkap dengan pembagian bidang yang jelas, seperti bidang promosi kesehatan, bidang pengobatan dan pencegahan, serta bidang data dan informasi.

Meskipun saat ini kondisi fiskal dan postur APBD Kabupaten Bondowoso tahun 2026 tengah berada pada efisiensi anggaram penanggulangan TBC tetap jadi program prioritas.

Sekda menegaskan, penanganan TBC termasuk dalam prioritas Bupati Bondowoso, sehingga anggaran terkait tetap dialokasikan melalui Dinas Kesehatan. Namun, ia menekankan bahwa upaya percepatan penanggulangan TB tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

“Tidak cukup hanya pemerintah. Kolaborasi seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan, termasuk peran media untuk mempromosikan hidup sehat,” tegasnya.
Menyampaikan pesan Bupati Abdul Hamid Wahid, Sekda mengajak seluruh pihak harus bergerak bersama untuk mewujudkan Bondowoso bebas TBC.

“Ini menjadi keharusan. Arahan bupati, ayo semuanya bergerak bersama. Dengan sinergi, kita bisa wujudkan Bondowoso bebas TBC,” ajaknya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso mencatat, hingga semester I 2025, capaian penemuan terduga TBC sudah mencapai 5.430 kasus, atau sekitar 53 persen dari target 10.229 kasus.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Agus Winarno, menjelaskan bahwa meskipun capaian penemuan kasus baru belum setengahnya, progres di bidang lain cukup menggembirakan. 

“Untuk kasus TBC yang memulai pengobatan, dari target 698 kasus, sudah tercapai 638 kasus, atau 91,4 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk keberhasilan pengobatan, dari target 1.505 pasien, tercatat sudah ada 1.279 pasien yang berhasil sembuh, dengan capaian 84,98 persen. 

“Artinya, dari sisi pengobatan, capaian kita relatif tinggi,” jelas Agus.

Namun, untuk kasus TBC yang ditemukan dan dilaporkan, progres masih rendah. Dari target 2.105 kasus, hingga semester I baru ditemukan 698 kasus, atau 33,2 persen.

Di sisi lain, Direktur RSUD dr H Koesnadi Bondowoso, dr Yus Priyatna menyampaikan jika semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bondowoso siap bersinergi untuk menuntaskan penanganan TBC.

"Kami bersama sejumlah OPD akan memperkuat strategi penanganan TBC agar lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus mempercepat pencapaian target eliminasi TBC nasional," tandasnya.

Saat ini, lanjut Yus Priyatna, sistem surveilans dan pencatatan di Bondowoso sudah berjalan cukup baik. 

“Kita bekerja untuk melakukan surveilan ke semua puskesmas, ke semua masyarakat, dan termasuk pencatatan kita cukup baik. Jadi saat ini data di 4 rumah sakit swasta dan 25 puskesmas, sudah terlink semua dalam satu data,” jelasnya.

Ia menyebut, dari sisi sarana dan prasarana (Sarpas), Bondowoso sudah cukup siap. 

“Alhamdulillah kita cukup baik. Jadi sudah ada 7 mesin TCM (Tes Cepat Molekuler) dan 25 tenaga mikroskop di puskesmas,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow