Minat Baca Naik, Disperpusip Batu Sebut Literasi Masyarakat Kian Meningkat

Kepala Disperpusip Kota Batu Esty Dwiastuti menilai perpustakaan tak hanya menjadi tempat untuk meminjam buku, tapi telah berkembang menjadi ruang edukatif yang inklusif. Termasuk melalui hadirnya ruang baca ramah disabilitas dan operator yang berasal dari penyandang disabilitas.

02 Jul 2025 - 19:28
Minat Baca Naik, Disperpusip Batu Sebut Literasi Masyarakat Kian Meningkat
Kepala Disperpusip Kota Batu saat menerima kunjungan peserta didik (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Tren peningkatan kunjungan di Perpustakaan Umum Daerah Kota Batu mencerminkan geliat literasi yang semakin tumbuh di tengah masyarakat. Saat ini, rata-rata kunjungan harian di perpustakaan yang berlokasi di Jalan Kartini, Kecamatan Batu tersebut mencapai lebih dari 100 orang per hari.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Batu Esty Dwiastuti pada Rabu (2/7/2025) menyebut bahwa angka tersebut menjadi indikator positif terhadap minat baca masyarakat. Apalagi, fasilitas dan layanan yang disediakan terus ditingkatkan agar mampu menjawab kebutuhan beragam kalangan.

“Ini menunjukkan bahwa budaya literasi di Kota Batu mengalami kemajuan. Kami bersyukur, animo masyarakat untuk datang ke perpustakaan semakin tinggi, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga warga umum,” katanya.

Lebih lanjut, perpustakaan tak hanya menjadi tempat untuk meminjam buku, tapi telah berkembang menjadi ruang edukatif yang inklusif. Termasuk melalui hadirnya ruang baca ramah disabilitas dan operator yang berasal dari penyandang disabilitas.

Terlebih saat ini koleksinya mencakup lebih dari 32 ribu buku fisik dan ribuan e-book yang bisa diakses secara digital. Esty menyebut konsep ruang baca juga terus dikembangkan untuk mengikuti tren literasi kekinian. Salah satunya adalah hadirnya Pojok Jagongan Literasi di lantai satu dengan konsep bergaya kafe. Fasilitas ini menjadi ruang favorit untuk diskusi santai maupun belajar kelompok.

“Kami ingin menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan dan relevan bagi generasi sekarang. Anak muda butuh ruang yang mendukung, bukan yang kaku. Maka dari itu, kami hadirkan suasana yang nyaman dan bersahabat,” jelasnya.

Nanti, pihaknya menargetkan perpustakaan bisa dikembangkan sebagai bagian dari destinasi literasi wisata. Dengan sinergi bersama sektor pariwisata, perpustakaan diharapkan dapat menyajikan sisi edukatif bagi wisatawan yang datang ke Kota Batu.

“Literasi itu bukan sekadar membaca buku, tapi juga membentuk pola pikir kritis, kreatif, dan mandiri. Maka perpustakaan harus menjadi jendela ilmu pengetahuan yang terbuka untuk semua, termasuk bagi wisatawan,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow