BONDOWOSO, SJP – Perum Perhutani KPH Bondowoso memastikan jika banjir yang menerjang Dusun Peh Desa Gunungsari Kecamatan Maesan, pada 9 Januari 2025 lalu, bukan dikarenakan alih fungsi lahan di lereng Gunung Argopuro.
Hal itu diungkap oleh Administratur (Adm) Perum Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir,usai mengikuti tanam jagung serentak 1 juta hektare di RPH Sekarputih Kecamatan Tegalampel, Selasa (21/1/2025).
Dirinya memastikan jika kondisi hutan di lereng Gunung Argopuro baik-baik saja. Bahkan, di sana tidak ada alih fungsi hutan. Pria yang akrab dipanggil Munir ini menyebut, penyebab banjir adalah intensitas hujan yang deras.
“Di atas (lereng Gunung Argopuro) aman-aman saja. Hutan lindung dan hutan produksinya aman. Banjir kemarin karena curah hujan yang tinggi, sehingga banyak lokasi yang terjadi luapan air,” ungkapnya.
Dirinya menyebut banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Bondowoso, karena tersumbatnya aliran sungai oleh material sampah, ranting dan potongan kayu yang terbawa dari hulu sungai.
“Ternyata ada jembatan yang tertutup olehs sampah-sampah, sehingga airnya meluap. Sebenarnya bukan banjir dari atas, karena jembatan tertutup dan air meluap keluar,” ungkap pria yang juga Ketua Komisi Konservasi Jawa Timur ini.
Untuk material kayu yang menyumbat di jembatan Dusun Peh Desa Gunungsari, Munir menyebut itu adalah potongan kayu lapuk dari pohon yang sudah roboh dan berada di bantaran sungai yang terbawa air.
“Biasanya kayu-kayu yang lapuk terbawa arus. Karena, kalau di hutan lindung, pohon tidak boleh ditebang. Bahkan, pohon yang roboh pun dibiarkan busuk,” jelas Munir.
Sementara itu, sebagai ketua komisi konservasi Jatim, dirinya berupaya menyelamatkan sumber mata air di pegunungan, dengan melakukan penghijauan di sekitar sumber mata air, termasuk di bantaran sungai.
“Untuk saat ini, kita fokus di Pasuruan, karena di sana sering terjadi banjir bandang. Untuk di Bondowoso, mungkin kita prioritaskan di wilayah Kecamatan Ijen, terutama menertibkan warga yang tinggal di bantaran sungai,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian