Perhumas Luncurkan Perhumas Indicators 2025, Standar Baru Mengukur Kepercayaan dan Narasi Publik

Perhumas resmi meluncurkan Perhumas Indicators 2025, instrumen berbasis data untuk mengukur kepercayaan publik, reputasi institusi, dan kualitas narasi komunikasi di Indonesia.

13 Dec 2025 - 20:29
Perhumas Luncurkan Perhumas Indicators 2025, Standar Baru Mengukur Kepercayaan dan Narasi Publik
Ketua Umum DPP Perhumas Boy Kelana Soebroto dalam konferensi pers Konvensi Humas Indonesia 2025 (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Di tengah derasnya arus informasi yang kerap membentuk opini tanpa pijakan data, profesi humas kini dituntut tidak lagi sekadar sebagai penyampai pesan, melainkan juga mampu membaca dan mengelola narasi publik secara terukur. 

Menjawab tantangan itu, Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) meluncurkan Perhumas Indicators 2025, sebuah instrumen strategis berbasis data untuk mengukur reputasi dan kepercayaan publik.

Peluncuran tersebut dilakukan dalam Konvensi Humas Indonesia (KHI) Surabaya 2025 yang digelar di Hotel Bumi Surabaya, Sabtu (13/12/2025).

Forum nasional tersebut menjadi panggung bagi Perhumas untuk memperkenalkan terobosan penting dalam praktik kehumasan di Indonesia, sejalan dengan tema “Inovasi Bersama untuk Indonesia Berdaya Saing Global”.

Konvensi itu dihadiri oleh para praktisi humas, pemimpin organisasi, serta pemangku kepentingan komunikasi dari berbagai sektor. KHI 2025 dirancang tidak hanya sebagai ruang diskusi, tetapi juga sebagai momentum transformasi profesi humas menuju peran yang lebih strategis, berbasis riset, dan akuntabel.

Dalam forum tersebut, Perhumas secara resmi memperkenalkan Perhumas Indicators 2025, hasil kolaborasi dengan lembaga riset Populix. Instrumen itu dirancang sebagai alat ukur komprehensif untuk membaca tingkat kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dan swasta.

Selain membaca kepercayaan publik berdasarkan data, Perhumas Indicator juga dirancang untuk menganalisis kualitas narasi yang berkembang di ruang publik serta efektivitas strategi komunikasi yang dijalankan organisasi.

Ketua Umum DPP Perhumas, Boy Kelana Soebroto dalam KHI 2025 menegaskan bahwa kehadiran indikator ini menjadi penanda perubahan penting dalam dunia kehumasan Indonesia.

"Perhumas Indicators merupakan hasil kerjasama dengan Populix, guanya beragam dan sangat krusial dalam bidang kehumasan," ucap Boy, Sabtu (13/12/2025).

Boy menjelaskan, langkah tersebut diambil untuk menjawab realitas komunikasi di era digital yang sarat dengan disinformasi dan polarisasi. Menurutnya, reputasi tidak bisa lagi dipahami sebagai sesuatu yang abstrak, melainkan harus diukur secara objektif dan berbasis data.

"Kita semua memahami dengan sangat jelas bahwa kepercayaan dan reputasi bukan hanya sekadar persepsi, tetapi juga merupakan aset strategis yang dapat berdampak pada stabilitas pertumbuhan bangsa," tuturnya.

Ia menambahkan, pemilihan Surabaya sebagai lokasi peluncuran bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai merepresentasikan semangat inovasi dan transformasi pembangunan Indonesia modern, yang sejalan dengan arah pembaruan profesi humas.

"Jadi harapan kami Perhumas Indicators ini dapat menjadi rujukan bagi praktisi humasan dan komunikasi serta para pimpinan di Indonesia," tukasnya.

Sebagai informasi, selain meluncurkan Perhumas Indicators 2025, Perhumas juga memperkenalkan sejumlah inisiatif penting lainnya dalam KHI 2025, seperti peluncuran buku kolaborasi praktisi humas Indonesia serta pemutakhiran Kode Etik Humas yang kini mengakomodasi pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Seluruh rangkaian agenda tersebut merupakan bagian dari persiapan menyambut Hari Ulang Tahun Perhumas ke-53 yang jatuh pada 15 Desember 2025. 

Melalui standar pengukuran yang jelas dan fondasi etika yang kuat, Perhumas menegaskan posisi humas sebagai aktor strategis dalam pengambilan kebijakan dan penjaga kualitas komunikasi publik. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow