Banjir Lahar Semeru Timbun Jembatan Regoyo, Puluhan Rumah Terdampak dan Ratusan Warga Terisolasi

Banjir lahar Semeru menimbun Jembatan Regoyo, memutus akses dan mengisolasi 136 keluarga. Sembilan rumah terdampak, satu warung rusak, BPBD kerahkan alat berat dan imbau warga tetap siaga.

06 Dec 2025 - 16:46
Banjir Lahar Semeru Timbun Jembatan Regoyo, Puluhan Rumah Terdampak dan Ratusan Warga Terisolasi
Banjir lahar Semeru menimbun Jembatan Limpas di Sungai Regoyo.

LUMAJANG, SJP - Banjir lahar dari Gunung Semeru kembali melanda wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dan memutus akses utama warga di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, pada Jumat–Sabtu (5–6/12/2025).

Aliran lahar hujan yang membawa pasir vulkanik dan batu berukuran sedang menimbun Jembatan Limpas di aliran Sungai Regoyo hingga mencapai ketinggian sekitar dua meter.

Timbunan material yang menutup jembatan sepanjang kurang lebih 100 meter tersebut membuat jalur antardusun tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.

Dusun Sumberlangsep menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Sedikitnya 136 keluarga sempat terisolasi karena satu-satunya jembatan penghubung tertutup total material vulkanik.

“Penyebrangan di Kali Regoyo tertutup total pasir dan lumpur. Jalan tidak bisa dilewati,” ujar Aipda Yayong dari Polsek Candipuro saat melakukan pengecekan di lokasi.

Ahmad, warga setempat, juga mengungkapkan kondisi serupa.

“Jalan terputus, jembatan hilang tertutup material lahar dua meter,” ucap dia

Selain memutus akses, banjir lahar juga menggenangi permukiman. BPBD Lumajang mencatat sembilan rumah dan satu warung di Dusun Sumberlangsep terendam material lahar yang meluap dari sungai.

Video amatir warga menunjukkan aliran lahar yang masih mengeluarkan uap panas saat menghantam aliran Sungai Regoyo dan menyebar ke permukiman, memaksa warga mengungsi sementara ke tempat aman.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan, pihaknya sempat kesulitan melakukan asesmen akibat akses yang terputus.

“Hari ini kami bisa masuk setelah alat berat mengeruk pasir yang menutup jalan. Kami langsung melakukan pendataan dan menyalurkan logistik,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat setempat telah melakukan mitigasi mandiri, termasuk mendirikan pos pengungsian dan memanfaatkan lumbung logistik desa. Ia mengimbau warga tetap siaga karena status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga) sesuai rekomendasi PVMBG.

Data pos pengamatan Gunung Semeru mencatat getaran banjir lahar dengan amplitudo 35 mm selama 6.360 detik atau hampir dua jam pada Jumat sore. Hal ini menunjukkan volume material yang sangat besar dan potensi banjir lahar susulan apabila hujan kembali mengguyur kawasan puncak.

Hingga Sabtu sore, akses Jembatan Limpas Regoyo masih belum sepenuhnya pulih. Petugas gabungan dari BPBD, kepolisian, dan relawan terus bekerja untuk membuka jalur sementara agar distribusi bantuan dan mobilitas warga dapat kembali berjalan. (*)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber :
beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow