Penyelidikan Truk Tangki BBM Terguling di Besuki Tulungagung, Polisi Temukan Tiga Perusahaan Fiktif

Penanganan kasus ini sekarang berada dalam asistensi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur.

20 Dec 2025 - 21:14
Penyelidikan Truk Tangki BBM Terguling di Besuki Tulungagung, Polisi Temukan Tiga Perusahaan Fiktif
Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Kepolisian Resor Tulungagung terus mendalami kasus truk tangki pengangkut BBM jenis solar yang terguling di Jalan Raya Besuki pada akhir November lalu. Dalam perkembangan terbaru, penyidik Satreskrim Polres Tulungagung menemukan fakta adanya tiga perusahaan yang diduga fiktif dan berperan sebagai penyedia BBM dalam kasus tersebut.

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana, mengatakan, hingga saat ini penyidik telah melakukan berbagai langkah penyelidikan, termasuk pemanggilan saksi dan penelusuran keberadaan perusahaan-perusahaan yang tercantum dalam dokumen pengiriman BBM. Namun, sejumlah pihak yang dipanggil belum memenuhi panggilan penyidik.

“Penyidik sudah melakukan dua kali pemanggilan, kemudian anggota opsnal juga sudah mendatangi alamat sesuai company profile yang awalnya diberikan oleh PT KSE. Dari hasil pengecekan, ada tiga PT lain yang sudah kami datangi dan ternyata alamatnya fiktif,” ujar AKP Ryo Pradana, Sabtu (20/12/2025)

Tiga perusahaan yang diduga fiktif tersebut masing-masing adalah PT LBB, PT Ganani, dan PT Tiga Jaya yang tercatat beralamat di wilayah Surabaya dan Gresik. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, alamat perusahaan tersebut hanya berupa ruko kosong maupun tanah kosong.

“Di lokasi alamat perusahaan itu hanya ditemukan ruko kosong dan ada juga tanah kosong. Semua sudah kami buatkan laporan hasil penyelidikan,” jelasnya.

AKP Ryo menerangkan, dalam rangkaian distribusi BBM tersebut, PT KSE mengakui melakukan pemesanan melalui seorang perantara berinisial H. Selanjutnya, pemesanan tersebut disubkan kembali ke perusahaan-perusahaan penyedia yang belakangan diketahui diduga fiktif.

“Alurnya, dari KSE memesan ke H sebagai perantara, kemudian oleh H disubkan ke LBB, Ganani, dan Tiga Jaya Surabaya. H ini perannya sebagai perantara atau semacam marketing,” ungkap AKP Ryo.

Namun hingga kini, perantara berinisial H juga belum memenuhi panggilan penyidik. Polisi masih berupaya melacak keberadaan yang bersangkutan.

“H sudah kami panggil dua kali, tapi belum hadir. Yang bersangkutan masih dalam pencarian dan berdasarkan KTP bukan warga Tulungagung,” tambahnya.

Selain menelusuri pihak-pihak yang terlibat, penyidik juga telah mengirimkan sampel BBM ke sejumlah laboratorium untuk memastikan jenis BBM tersebut solar bersubsidi atau non subsidi. Sampel tersebut dikirim ke laboratorium Migas, Pertamina, hingga ITS. Hasil pemeriksaan laboratorium saat ini masih ditunggu oleh penyidik.

“Sampel sudah kami kirim ke laboratorium Migas, kemudian ke Pertamina, dan juga ke ITS. Saat ini tinggal menunggu hasil atau balasan draft dari masing-masing laboratorium,” terang AKP Ryo.

AKP Ryo menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan transparan, serta berada dalam asistensi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur.

“Kasus ini juga dalam asistensi Krimsus Polda Jatim. Kami pastikan penyidikan dilakukan secara transparan, objektif, dan profesional,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi memastikan bahwa penanganan perkara truk tangki BBM terguling tersebut terus berada dalam pengawasan Polda Jawa Timur. Setiap perkembangan penyidikan secara berkala dilaporkan ke tingkat atas.

“Perkara ini kami sampaikan bahwa Satreskrim bekerja di bawah asistensi Ditreskrimsus Polda Jatim. Setiap perkembangannya selalu dilaporkan dan terus dalam pengawasan serta monitoring Polda,” kata AKBP Taat.

Kapolres juga menegaskan bahwa tidak ada upaya menutup-nutupi penanganan perkara tersebut. Seluruh proses penyidikan, mulai dari kelengkapan berkas hingga langkah hukum lanjutan, dilakukan sesuai arahan dan petunjuk dari Polda Jawa Timur.

“Ini bukan sesuatu yang kami tutup-tutupi. Setiap ada perkembangan, Kasatreskrim selalu menyampaikan ke Polda dan kami senantiasa mengikuti arahan serta petunjuk dari Polda,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebuah truk tangki pengangkut BBM terguling di Jalan Raya Besuki, Tulungagung, pada Jumat, (28/11/ 2025). Saat petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian, sopir truk sempat menghilang dan baru ditemukan beberapa hari kemudian.

Dalam penyelidikan awal, polisi menemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari ketidaksesuaian nomor polisi dengan STNK, perbedaan warna kendaraan, hingga tidak adanya identitas perusahaan dan keterangan jenis BBM yang diangkut pada truk tangki tersebut. Temuan-temuan ini memperkuat dugaan adanya pelanggaran serius dalam distribusi BBM, yang kini masih terus didalami oleh pihak kepolisian hingga tuntas. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow