Penjualan Tenaga Listrik PLN UID Jawa Timur Tumbuh 3,30 Persen

Secara kumulatif, penjualan tenaga listrik terbesar disumbang dari segmen tegangan rendah sebesar 24,3 GWh, sementara segmen tegangan menengah sebesar 13,94 GWh, dan segmen tegangan tinggi sebesar 3,67 GWh. Segmen tegangan menengah yang banyak menopang sektor bisnis tumbuh sebesar 8,28% dari tahun lalu.

11 Jan 2024 - 13:45
Penjualan Tenaga Listrik PLN UID Jawa Timur Tumbuh 3,30 Persen
Sepanjang tahun 2023, PLN telah memetakan potensi-potensi untuk peningkatan penjualan seperti intensifikasi electrifying lifestyle, electrifying agriculture, dan akuisisi captive power pelanggan industri. (Foto:dok./SJP)
Penjualan Tenaga Listrik PLN UID Jawa Timur Tumbuh 3,30 Persen
Penjualan Tenaga Listrik PLN UID Jawa Timur Tumbuh 3,30 Persen
Penjualan Tenaga Listrik PLN UID Jawa Timur Tumbuh 3,30 Persen

Surabaya, SJP - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mencatat penjualan tenaga listrik sebesar 41,8 gigawatt-hour (GWh) sepanjang tahun 2023. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 3,30% dari tahun sebelumnya, Kamis (11/1/2024).

General Manager PLN UID Jawa Timur, Agus Kuswardoyo, menyampaikan, pertumbuhan penjualan ini merupakan sinyal positif atas konsumsi energi listrik yang terus meningkat dari 13,7 juta pelanggan.

Secara kumulatif, penjualan tenaga listrik terbesar disumbang dari segmen tegangan rendah sebesar 24,3 GWh, sementara segmen tegangan menengah sebesar 13,94 GWh, dan segmen tegangan tinggi sebesar 3,67 GWh. Segmen tegangan menengah yang banyak menopang sektor bisnis tumbuh sebesar 8,28 persen dari tahun lalu.

Agus juga tambahkan bahwa pertumbuhan pada segmen industri menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2023, PLN telah memetakan potensi-potensi untuk peningkatan penjualan seperti intensifikasi electrifying lifestyle, electrifying agriculture, dan akuisisi captive power pelanggan industri.

Lebih jauh Agus tekankan bahwa electrifying agriculture memiliki potensi besar dan mampu tumbuhkan ekonomi kerakyatan sejalan dengan program pemerintah.

Disebutkan, hingga Desember 2023, di Jawa Timur terdapat 20.486 pelanggan yang memanfaatkan Electrifying Agriculture dengan total daya tersambung 84.211 kilovolt ampere (kVA).

"Pelanggan-pelanggan electrifying agriculture baru yang semakin masif di Kediri, Ponorogo, Gresik, dan Banyuwangi. Dengan listrik, produktivitas pertanian semakin meningkat," terangnya.

Selain itu, penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi 59 unit yang tersebar di 31 lokasi Jawa Timur juga menjadi sinyal positif dorongan PLN untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik di Jawa Timur.

"Mendatang, PLN akan terus menggiatkan pemasaran, mencari potensi pasar baru untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan ke pelanggan. PLN berharap melalui kehadirannya di berbagai sektor dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial," tutupnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow