Pengakuan Pilu Perempuan di Jombang Jadi Korban Bujuk Rayu dan Dugaan Kekerasan Seksual Oknum Perangkat Desa

Bujuk rayu, dan kekerasan seksual dibawah ancaman membuat perempuan di Jombang tidak berdaya dan harus menerima kenyataan pahit.

25 Jul 2025 - 15:17
Pengakuan Pilu Perempuan di Jombang Jadi Korban Bujuk Rayu dan Dugaan Kekerasan Seksual Oknum Perangkat Desa
Ilustrasi aksi kekerasan seksual terhadap perempuan di Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Pengakuan pilu dilontarkan seorang perempuan berinisial SP (34) asal Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang atas dugaan bujuk rayu dan pemaksaan kejahatan seksual oleh oknum perangkat Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang berinisial OS. 

Dalam sebuah keterangan diterima wartawan, SP mengaku sedari awal bertemu dengan OS hanya sekedar berteman. Ia merasa punya teman baik yang mau membantu pekerjaan dan punya teman bercerita.

"Awal mula berteman baik, tapi lambat laun saya merasakan ada yang aneh apapun yang diminta selalu saya turuti, meski dihati bilang tidak mau tapi anehnya tetap saya lakukan permintaan itu, saya tidak bisa membantah ataupun menolak, baik itu permintaan materiil maupun yang lain," terang SP lewat pesan diterima wartawan, Jumat (25/7/2025). 

Upaya untuk membela diri dengan berusaha lepas dari pertemanan dan permintaan oknum perangkat desa tersebut, SP malah mendapat ancaman. 

"Entah itu berupa foto maupun video, saya sebagai perempuan merasa takut jikalau dilaporkan ke polisi masalah ini akan terdengar keluarga maupun orang lain," bebernya. 

"Jadi saya tidak punya pilihan lain selain menurutinya dan susah lepas dari saudara OS," imbuhnya. 

Karena selalu berada dalam tekanan dan ancaman yang dilakukan oknum OS, perempuan SP sempat memiliki pikiran untuk bunuh diri. Bahkan dalan sebuah perjumpaan karena tidak menuruti permintaan OS, Ia justru mendapat perlakuan kasar 

"Di depan OS, saya hampir mengakhiri hidup saya, pernah juga pipi dicengkeram gara-gara saya tidak mau nurut," akunya. 

Termasuk dari segi materiil, oknum OS kerap minta uang dengan modus meminjam. Namun dalam setiap pengembaliannya nominal yang diberikan OS tidak sesuai. Pada beberapa kesempatan, SP bahkan rela jika uang yang dipinjam oknum OS tidak dikembalikan asal dirinya bisa lepas dari jeratan OS. 

"Uang yang dibawa OS tidak dikembalikan tidak apa-apa asalkan lepaskan saya, capek, setiap hari merasa bersalah," jelasnya. 

Selama ini, SP tidak berani melapor maupun bercerita ke siapapun karna tidak punya bukti apapun. Baik itu bukti transfer maupun bukti kekerasan, takutnya saya dibilang mengada ada ataupun mencari pembenaran sendiri, saya juga takut dibantah oleh perangkat desa OS.

Rasa bersalah terhadap keluarga dan tekanan kejiwaan membuat SP dirundung sakit dan berlangsung cukup lama. Meskipun sudah diperiksakan ke dokter, tidak diketemukan penyakit yang membuat dirinya sakit. 

"Ada bukti pemeriksaan ronsen dan CT Scan tapi saya dinyatakan tidak ada penyakit, kemudian saya dirujuk ke poli jiwa, sampai dipoli jiwa hanya saya datangi dua kali saja, saya merasa tidak gila jadi kenapa saya harus ke poli jiwa," tandasnya. 

Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Ngogri, Agus Lishartitik melalui pesan terkait dugaan aksi bujuk rayu dan aksi kekerasan seksual oleh oknum perangkat desanya berinisial OS ditanggapi dengan datar. 

"Ngapunten ora krungu opo-opo mas, (maaf tidak dengar apa-apa mas)," jawabnya singkat. 

Langkah konfirmasi dengan Kepala Inspektorat Jombang Abdul Majid Nindyagung pada Kamis (17/7/2025) lalu membenarkan adanya langkah mediasi antara oknum OS dengan SP di kantor Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. 

Menurut kepala Inspektur Jombang yang akrab disapa Agung, mediasi yang dilakukan dalam upaya dugaan perselingkuhan antara keduanya. Ia sendiri tidak mengetahui jika ada dugaan aksi bujuk rayu dan kejahatan seksual oleh oknum perangkat Desa Ngogri, inisial OS kepada perempuan SP. 

"Kami kembalikan urusan keputusan kepada Kepala Desa yang bersangkutan," beber Agung. 

Tambahan informasi, SP tidak menerima jika dirinya dituduh berselingkuh, kenyataan sebenarnya Ia justru mengaku menjadi korban dari bujuk rayu dan kekerasan seksual oknum OS. Bahkan dirinya berencana untuk membuat pelaporan kepada Women Crisis Center (WCC) Jombang. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow