Pendaftar Menurun, Dua SMP Negeri di Kota Blitar Masih Kekurangan Siswa Baru

Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah dimulai di seluruh sekolah di Kota Blitar. Namun, di balik dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, dua sekolah menengah pertama negeri masih menghadapi persoalan belum terpenuhinya kuota peserta didik baru.

14 Jul 2026 - 18:32
Pendaftar Menurun, Dua SMP Negeri di Kota Blitar Masih Kekurangan Siswa Baru
Pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 7 Kota Blitar. (Foto : Ninda Kinanti)

KOTA BLITAR, SJP - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah dimulai di seluruh sekolah di Kota Blitar. 

Namun, di balik dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, dua sekolah menengah pertama negeri masih menghadapi persoalan belum terpenuhinya kuota peserta didik baru.

Dinas Pendidikan Kota Blitar mencatat SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 7 menjadi dua sekolah yang hingga akhir pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) belum berhasil memenuhi daya tampung yang telah ditetapkan.

Salah satu sekolah yang mengalami penurunan jumlah pendaftar adalah SMP Negeri 7 Kota Blitar. Dari pagu sebanyak 256 siswa, sekolah tersebut baru menerima 212 peserta didik baru. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan 44 siswa dari target yang ditentukan.

Kepala SMPN 7 Kota Blitar, Saiful Salim mengatakan penurunan jumlah siswa baru berdampak pada rencana pembentukan rombongan belajar (rombel) kelas VII. Jika pada tahun sebelumnya terdapat delapan rombel, tahun ini jumlahnya diperkirakan berkurang menjadi tujuh rombel.

"Kuota kami 256 siswa, tetapi yang diterima tahun ini hanya 212 siswa. Kemungkinan jumlah rombel kelas VII akan berkurang satu," ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Menurut Saiful, ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah pendaftar menurun. Selain jumlah lulusan SD di wilayah sekitar sekolah yang semakin sedikit, lokasi SMPN 7 yang diapit sejumlah SMP negeri lain juga memengaruhi penerimaan siswa melalui jalur domisili.

Di sekitar SMPN 7 terdapat SMPN 3 di sisi utara, SMPN 1 di selatan, SMPN 4 di timur, serta SMPN 9 di barat. Kondisi tersebut membuat wilayah domisili calon peserta didik terbagi ke beberapa sekolah.

"Jalur domisili menjadi lebih terbatas karena sekolah kami dikelilingi sekolah negeri lainnya. Kemungkinan itu menjadi salah satu penyebab berkurangnya jumlah siswa baru tahun ini," katanya.

Meski jumlah peserta didik baru belum sesuai target, kegiatan MPLS di SMPN 7 tetap berlangsung seperti sekolah lainnya. Pada hari pertama, siswa dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tata tertib, serta mendapatkan materi penguatan karakter sebagai bekal memasuki jenjang pendidikan baru.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk memantau pelaksanaan MPLS di seluruh sekolah. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026.

Menurut Dindin, secara umum penerimaan siswa baru di jenjang SMP negeri telah berjalan baik. Hanya saja, masih ada dua sekolah yang belum memenuhi kuota penerimaan, yakni SMPN 5 dan SMPN 7.

"Semua sekolah tetap melaksanakan MPLS sesuai jadwal, termasuk sekolah yang jumlah siswa barunya belum memenuhi kuota. Dari hasil pendataan kami, masih ada dua SMP negeri yang belum mencapai daya tampung yang ditetapkan," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow