Pemkot Probolinggo Salurkan BLT DBHCHT 2026 kepada 2.729 Penerima Manfaat

Proses penyaluran bantuan diawali dengan verifikasi dokumen berupa Kartu Keluarga dan KTP, dilanjutkan dengan pencocokan identitas serta aktivasi rekening di layanan Bank Jatim.

14 Jul 2026 - 12:30
Pemkot Probolinggo Salurkan BLT DBHCHT 2026 kepada 2.729 Penerima Manfaat
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin saat menyerahkan bantuan lansung tunai pada penerima (Foto : Kominfo Kota Probolinggo for SJP)

PROBOLINGGO, SJP–Pemerintah Kota Probolinggo kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026. Penyaluran bantuan ini dikoordinasikan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) dan dipusatkan di Kantor Kecamatan Kedopok sebagai lokasi awal.

Total penerima manfaat bantuan ini mencapai 2.729 orang, yang terdiri dari buruh tani tembakau, buruh pabrik rokok, serta kelompok masyarakat lain yang memenuhi syarat. Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp600 ribu yang disalurkan secara non-tunai melalui rekening Bank Jatim.

Kepala Dinsos PPPA Kota Probolinggo, Siti Romlah, menjelaskan bahwa seluruh penerima telah melalui tahapan pendataan dan verifikasi yang ketat. Data penerima berasal dari usulan tiap kelurahan, yang kemudian dipadankan dengan data tingkat kesejahteraan masyarakat kategori desil 1 hingga desil 4. Mekanisme ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Menurut Siti, penyaluran BLT DBHCHT dilakukan bertahap di seluruh kecamatan mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Khusus untuk Kecamatan Kedopok, terdapat 425 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah menerima bantuan pada hari pertama penyaluran.

"Total anggaran yang dialokasikan untuk seluruh penerima di Kota Probolinggo mencapai Rp1,6 miliar untuk periode bantuan ini," ujar Siti.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, meminta seluruh jajaran pemerintah daerah, terutama para lurah, untuk lebih proaktif dalam memantau kondisi warga kurang mampu di wilayah masing-masing. Menurutnya, upaya pengentasan kemiskinan memerlukan kepedulian dan pengawasan intensif hingga tingkat kelurahan.

"Kita harapkan menjadi perhatian bagi kita semua, khususnya para lurah ini, bahwa ada tanggungan kita, tanggungan sosial di masing-masing wilayah ini yang harus menjadi perhatian khusus kita," tegas Aminuddin.

Selain itu, Wali Kota berpesan agar masyarakat bijak dalam mengelola bantuan yang diterima. Ia berharap dana tersebut tidak habis untuk konsumsi harian, melainkan dimanfaatkan sebagai modal usaha kecil yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

"Ibu-ibu, bapak-bapak penerima manfaat, uangnya kalau bisa yang 600 ini gunakanlah untuk buka lahan pertanian walaupun kecil-kecilan, ternak walaupun kecil-kecilan. Jangan langsung dibawa ke swalayan, selesai 600 ya gak sampai 1 jam," pesannya.

Proses penyaluran bantuan diawali dengan verifikasi dokumen berupa Kartu Keluarga dan KTP, dilanjutkan dengan pencocokan identitas serta aktivasi rekening di layanan Bank Jatim.

Salah satu penerima bantuan, Ima, seorang buruh pabrik garmen, mengaku sangat terbantu dengan adanya BLT tersebut di tengah tingginya biaya kebutuhan pokok.

"Iya bermanfaat bagi masyarakat. Rencana dipakai buat beli kebutuhan sehari-hari, seperti beli beras gitu," ungkapnya. (**) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow