Pencarian Korban Hanyut di Sungai Sampean Bondowoso Libatkan Polisi, TNI, dan Tim SAR Gabungan

Upaya pencarian terhadap Adi Yanto (45), warga Sumenep yang diduga hanyut di Sungai Sampean Baru, Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok, masih terus dilakukan. Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan relawan melakukan penyisiran intensif meski terkendala arus deras dan kondisi medan sungai yang berbahaya.

23 Jan 2026 - 22:16
Pencarian Korban Hanyut di Sungai Sampean Bondowoso Libatkan Polisi, TNI, dan Tim SAR Gabungan
Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo saat ikut mencari korban di pinggir sungai Sampean (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Harapan keluarga masih menggantung di tepian Sungai Sampean, Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso. Hingga hari kedua pencarian, seorang pria asal Madura yang diduga hanyut terbawa arus sungai tersebut belum juga ditemukan.

Korban diketahui bernama Adi Yanto (45), warga Desa Bungbungan, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Sejak dilaporkan hilang, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta sejumlah relawan terus melakukan upaya pencarian secara intensif meski dihadapkan pada kondisi medan yang tidak mudah.

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo menjelaskan, pencarian dilakukan mulai dari titik awal yang diduga sebagai lokasi kejadian hingga Dam 2 Sungai Sampean Baru. Metode yang digunakan yakni penyisiran di sepanjang bantaran sungai, mengingat derasnya arus air.

“Pencarian kemarin dilakukan hingga pukul 17.00 WIB, namun terpaksa dihentikan karena hujan. Hari ini kembali dilanjutkan dengan dukungan tim SAR dari Jember dan Banyuwangi,” ujar AKBP Aryo saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).

Ia menambahkan, saat ini tim masih menunggu kedatangan tim Bosamba, yang dinilai memiliki pemahaman lebih mendalam terkait karakter dan kondisi Sungai Sampean Baru. Tim tersebut akan berperan sebagai pemandu sekaligus sweeper sebelum pencarian dilanjutkan menggunakan perahu.

“Arus sungai cukup deras dan kontur batuan di dasar sungai cukup berbahaya. Keselamatan personel menjadi prioritas utama, sehingga kami menunggu tim Bosamba untuk memastikan teknis pencarian,” jelasnya.

Sementara itu, sejak pagi hari, tim gabungan bersama relawan serta anggota TNI-Polri dari Polsek dan Koramil Taman Krocok telah kembali menyisir bantaran sungai dengan berjalan kaki. Namun, pencarian sementara dihentikan sembari menunggu hasil koordinasi lanjutan dengan tim SAR dan Bosamba.

Di tengah upaya pencarian tersebut, keluarga korban dan warga setempat turut terlibat aktif. Sebagai warga asli sekitar sungai, keluarga korban dinilai memahami sejumlah titik yang kerap dilalui masyarakat, sehingga informasi yang mereka berikan menjadi bagian penting dalam proses pencarian.

“Kami di sini saling bersinergi dan berkolaborasi. Tujuan kami satu, membantu mengevakuasi korban dan berharap bisa segera ditemukan,” tandas AKBP Aryo.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, memastikan kondisi wilayah Kabupaten Bondowoso secara umum terpantau dalam keadaan aman dan terkendali.

"Saa ini situasi dan kondisi wilayah Bondowoso terpantau aman dan terkendali. Cuaca di Kecamatan Taman Krocok dan sekitarnya saat ini berawan, namun korban masih belum ditemukan,” ujar Kristianto.

Ia menyampaikan, pencarian pada hari ini dihentikan sementara pada pukul 15.00 WIB. Penghentian tersebut dilakukan untuk kepentingan evaluasi dan koordinasi lanjutan dengan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian.

“Pencarian hari ini kami hentikan pukul 15.00 WIB. Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah dan strategi pencarian berikutnya,” jelasnya.

Kristianto menambahkan, operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (24/1/2026) pukul 08.00 WIB, yang diawali dengan apel kesiapsiagaan seluruh personel sebelum turun ke lapangan.

“Besok pagi operasi SAR akan dilanjutkan. Akan ada penambahan personel dari Relawan SAR OPA sebanyak lima orang dan Relawan SAR FAJI Jember lima orang,” terangnya.

Dalam operasi lanjutan tersebut, Tim SAR Gabungan akan dibagi menjadi dua SRU guna memperluas jangkauan pencarian.

“SRU 1 akan menyisir dari titik awal penyisiran, sedangkan SRU 2 akan melakukan penyisiran dari arah Dam Sampean Baru. Kami berharap dengan pembagian ini pencarian bisa lebih efektif,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow