Pemkot Surabaya Kebut Proyek Drainase Hadapi Puncak Musim Hujan 2026

Surabaya kebut proyek drainase di puluhan titik demi bebas banjir sebelum puncak musim hujan 2026, sementara 28 mobil PMK dikerahkan tiap kali hujan deras mengguyur kota.

05 Nov 2025 - 21:47
Pemkot Surabaya Kebut Proyek Drainase Hadapi Puncak Musim Hujan 2026
Sebuah alat berat membersihkan endapan lumpur di saluran drainase kawasan Surabaya Barat sebagai bagian dari percepatan proyek pengendalian banjir jelang musim hujan 2026. (Dok. Pemkot Surabaya)

SURABAYA, SJP - Memasuki awal November 2025, Surabaya mulai diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah. Mengantisipasi potensi genangan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat pengerjaan proyek-proyek drainase agar seluruh saluran air siap berfungsi sebelum puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Januari hingga Februari 2026.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, percepatan proyek drainase menjadi prioritas utama menjelang akhir tahun. Menurutnya, sebagian besar proyek ditargetkan rampung pada akhir November, sehingga sistem pengendalian air bisa bekerja maksimal saat intensitas hujan meningkat.

"Jadi insyaallah di akhir November selesai semua. Tapi, alhamdulillah di bulan Oktober sudah hujan. Nah berarti apa, strategi saya untuk menahan agar tidak terjadi genangan kita keluarkan yang namanya mobil-mobil PMK (Pemadam Kebakaran)," kata Eri Cahyadi, dikonfirmasi Rabu (5/11/2025).

Eri menjelaskan, mobil PMK disiagakan untuk mempercepat aliran air di lapangan setiap kali hujan deras turun. Sedikitnya 28 unit mobil PMK diterjunkan di berbagai titik rawan genangan untuk membantu mengalirkan air ke saluran terdekat.

"Kita punya 28 unit, keluar semua setiap hujan. Dan ini moga-moga insyaallah sampai akhir November kita bisa mengatasi itu, sehingga ketika ini jadi semua, bisa selesai," ujarnya.

Menurut Eri, sejumlah kawasan yang selama puluhan tahun menjadi langganan banjir kini mulai terbebas dari genangan setelah dilakukan perbaikan sistem drainase.

"Saya kasih contoh di Pakal, puluhan tahun banjir, 30 tahun bisa selesai. Yang namanya Dukuh Kupang itu lima puluh tahun, hari ini bisa selesai, tidak banjir," tuturnya.

Meski demikian, Eri menegaskan pembangunan drainase masih akan berlanjut tahun depan di kawasan lain yang masih mengalami hambatan, salah satunya di Kecamatan Sukomanunggal.

"Kayak di Sukomanunggal itu (warga) tidak mau dibuatkan saluran, akhirnya banjir. Makanya saya bilang tahun depan (warga) harus mau. Bagaimana camat dan lurah bisa meyakinkan bahwa ketika dibuatkan saluran maka tidak menjadikan banjir," katanya.

Eri optimistis proyek drainase yang tengah dikebut bisa menuntaskan persoalan banjir di sejumlah titik lama. Ia pun mengajak warga Surabaya ikut mendukung program tersebut agar selesai tepat waktu.

"Saya mohon doanya juga warga Surabaya, insyaallah November selesai, maka ada kawasan-kawasan yang terbebas banjir. Nanti di tahun depan kita lakukan lagi untuk per kawasan," imbuhnya.

Progres Teknis 70 Persen

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menjelaskan bahwa hingga awal November 2025, progres pengerjaan drainase telah mencapai sekitar 70 persen.

"Untuk saat ini update kita, paket-paket pekerjaan drainase itu sudah 70 persen kita selesaikan. Kemudian yang 20 persen selesai di akhir November, sisanya insyaallah kita selesaikan di Desember," jelas Syamsul.

Percepatan ini dilakukan agar seluruh pekerjaan rampung sebelum puncak musim hujan tiba. Berdasarkan prediksi BMKG, intensitas hujan tahun ini relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan puncak terjadi pada Januari–Februari 2026.

"Kalau musim hujan itu hampir sama diprediksi oleh teman-teman BMKG dengan tahun-tahun kemarin. Puncak hujan itu diprediksikan di bulan Januari–Februari. Makanya kita berusaha agar paket-paket pekerjaan bisa diselesaikan di bulan November," katanya.

Fokus Proyek Besar di Benowo

Salah satu proyek besar yang tengah dikebut DSDABM berada di kawasan Benowo, Surabaya Barat. Proyek drainase tersebut menggunakan metode penutupan total saluran agar hasil pengerjaannya maksimal.

"Yang (selesai) sampai Desember itu yang (proyek) besar-besar. Seperti drainase Benowo, itu harus kita selesaikan karena untuk pengerjaan proyek besar ini kita harus menutup total salurannya," jelas Syamsul.

Namun, metode itu memiliki konsekuensi teknis, yakni aliran air harus dialihkan sementara menggunakan pompa portable atau mobile dengan kapasitas terbatas dibandingkan aliran alami.

"Kalau ditutup total otomatis airnya itu cuma bisa kita alihkan dengan pompa. Tapi kapasitasnya sangat kecil dibandingkan aliran alami," ujarnya.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan genangan sementara, terutama di sekitar kawasan Pondok Benowo Indah (PBI).

"Mungkin di sekitaran PBI itu ada potensi genangan kalau tidak selesai. Makanya kita usahakan supaya selesai sambil juga berdoa mudah-mudahan hujannya ini tidak terlalu deras," tutur Syamsul.

Syamsul menambahkan, DSDABM juga menyiagakan seluruh rumah pompa dan tim lapangan setiap kali muncul peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.

"Prediksi teman-teman BMKG itu hanya global. Kalau yang detil itu biasanya prediksi harian. Kalau jam-jaman itu biasanya ada peringatan dua jam, tiga jam sebelumnya dari BMKG, kita harus sudah siap semua," jelasnya.

Tim lapangan DSDABM rutin memantau arah awan hujan dan berkoordinasi melalui HT (handy talkie). Saat hujan lebat diperkirakan mendekat, seluruh saluran dikosongkan agar siap menampung air.

"Kira-kira ada awan hujan mau mengarah ke mana, itu teman-teman harus sudah siap semua. Lewat HT kita komunikasi, rumah pompa semua dikosongkan salurannya," pungkasnya.

Dengan berbagai upaya percepatan tersebut, Pemkot Surabaya berharap tidak ada lagi kawasan langganan banjir saat musim hujan mendatang. Pemerintah juga menekankan pentingnya dukungan warga dalam menjaga kelancaran saluran air dan mendukung program drainase agar kota tetap aman dan kering saat curah hujan meningkat. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow