Pemkot Batu Utamakan Produk Lokal sebagai Menu Program Makan Bergizi Gratis

Selain untuk kesehatan pelajar, program ini diharapkan dapat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat Kota Batu.

04 Dec 2024 - 17:37
Pemkot Batu Utamakan Produk Lokal sebagai Menu Program Makan Bergizi Gratis
Siswa Kota Batu saat mendapatkan susu dari program pemerintah (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai menyiapkan pasokan bahan pangan lokal untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis. Program tersebut digulirkan pemerintah pusat sebagai janji politik Presiden Prabowo.

Penjabat (Pj) Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai menegaskan pentingnya memprioritaskan hasil pertanian dan peternakan lokal dalam program ini. Selain untuk kesehatan pelajar, program ini diharapkan dapat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat Kota Batu.

Dengan memanfaatkan bahan baku lokal, akan tercipta perputaran uang dan peningkatan ekonomi yang signifikan. “Siswa SD-SMP sekitar 31 ribuan. Makanan yang disediakan sebisa mungkin menggunakan bahan dari Kota Batu. Mulai dari sayur, daging, hingga telur,” ucapnya, Rabu (4/12/2024).

Dengan melibatkan hasil pangan lokal, kata Aries, masyarakat Kota Batu dapat ikut andil dalam program makan bergizi gratis. Sehingga perekonomian masyarakat akan terangkat kesejahteraan petani serta peternak juga akan ikut meningkat.

Aries menjelaskan, Kota Batu memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penghasil susu sapi. Meski begitu, untuk memenuhi besarnya kebutuhan, akan menjadi tantangan tersendiri. Sebab peternak sapi perah akan kewalahan memenuhi permintaan.

Namun demikian, Pemkot Batu telah menyiapkan beberapa langkah. Akan dimungkinkan diterbitkannya sebuah aturan. Seperti pemberian susu dua kali seminggu, agar peternak sapi perah juga tidak meninggalkan permintaan pasar.

Ketika susu menjadi menu wajib dalam program makan bergizi, Pemkot Batu akan mencari solusi dengan menambah pasokan dari luar daerah. Namun diharapkan, kebutuhan susu bisa sepenuhnya terpenuhi. 

“Tetapi setelah dihitung, ternyata tidak cukup. Jadi perlu opsi mendatangkan pasokan dari luar,” imbuhnya.

Terkait anggaran program makan bergizi gratis, Pemkot Batu masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Belum diketahui, anggaran program itu akan sepenuhnya dari pemerintah pusat atau akan dibebankan kepada pemerintah daerah. Atau akan ada skema pembagian dengan daerah.

“Kami sudah melakukan uji coba di Kota Batu. Semoga hasilnya sesuai standar. Baik dari segi menu maupun harga,” pungkasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow